a Child

a Child

  • WpView
    Reads 118
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 20, 2025
WpInfo
Fiction
Social Themes
Abuse and Trauma
Growth and Self-Discovery
Mental Health and Neurodiverse
Di balik tiap trofi yang berkilau, tersembunyi seorang anak yang tak pernah dipeluk. Noah Casper van Vries, 12 tahun, adalah atlet jenius yang menguasai berbagai cabang olahraga. Namun, di balik prestasinya, ia hidup dalam rumah yang dingin-tanpa tawa, tanpa pelukan, hanya rutinitas dan ekspektasi. Saat dunia memujinya, tak ada satu pun yang benar-benar mendengarnya. Ia tumbuh dalam diam, terjatuh dalam sunyi, hingga suatu hari tubuhnya tak sanggup lagi menanggung luka yang tak pernah terlihat. Cedera menjadi awal dari perubahan-bukan hanya pada langkahnya, tapi pada hatinya. Ini adalah kisah seorang anak yang mencoba menjadi sempurna untuk dicintai, dan akhirnya belajar bahwa suaranya-meski lirih-juga layak untuk didengar.
All Rights Reserved
#15
ballet
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • ECHO IN THE FOREST ✔ [TERBIT]
  • The After War - Mpreg [BxB] 🔞
  • Dalam Diam, Aku Pamit {Terbit}
  • Let Me Be Your Man (Tamat)
  • MY DISLEKSIA BROTHER | Brothersip Project✓
  • A Fading Light
  • Cinta untuk Vanea

Cerita ini mengisahkan seorang siswa yang hidupnya penuh penderitaan, baik di sekolah maupun di rumah. Ia adalah seorang anak yang lugu, mudah sakit, dan terperangkap dalam masa hidup yang kelam. Di sekolah, ia selalu menjadi sasaran bullying. Teman-temannya menjauhinya, bahkan tak ada satu pun yang mau berteman dengannya. Setiap hari, ia merasa kesepian dan tak berdaya, terjebak dalam dunia yang penuh rasa sakit dan penghinaan. Di rumah, kondisi yang lebih buruk lagi menunggunya. Kedua orang tuanya tidak menunjukkan kasih sayang sama sekali. Alih-alih memberikan dukungan, mereka justru menyiksanya, baik secara fisik maupun emosional. Setiap kali ia mendapatkan nilai yang buruk, atau bahkan tidak mendapatkan nilai seratus, ia akan dihukum dengan tidak diberi makan dan terus disiksa. Kata-kata yang terlontar dari orang tuanya begitu menyakitkan, membuatnya merasa seperti anak yang tidak berguna dan tak pantas untuk dihargai. Kondisi ini membuatnya terpuruk dalam keputusasaan. Ia merasa hidupnya tidak berarti dan mulai berpikir untuk menyerah. Setiap kali dibuli atau disiksa, ia hanya pasrah dan tidak berdaya, seakan-akan dunia ini terlalu berat untuk ia hadapi. Ia tak pernah merasakan kehangatan keluarga yang seharusnya menjadi tempat pelindungnya. Ia selalu iri melihat kebahagiaan orang lain, namun dirinya tak pernah merasakannya. Di luar, wajahnya selalu datar, tak pernah ada senyum yang menghiasi wajahnya. Luka-luka fisik dan emosional yang ia alami menjadi beban berat yang membentuk dirinya menjadi sosok yang tertutup dan terpuruk. Ia hanya bisa bersembunyi di balik kesedihan, tak tahu harus bagaimana lagi untuk bertahan. Bagaimana kisahnya akan berlanjut? Akankah ada secercah harapan yang datang untuk mengubah hidupnya? Mari kita saksikan perjalanan hidupnya yang penuh dengan perjuangan dan air mata... cerita ini murni dari pikiran yana sendiri dan jangan plagiat!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines