Peurlak, 1261M

Peurlak, 1261M

  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 15, 2025
"Ketika Andalusia mulai redup, cahaya baru itu justru datang dari lautan." Nashir ibn Abbas, seorang ilmuwan pelayaran dan pembuat peta dari Granada, memimpin sebuah misi rahasia: menyelamatkan, menyebarkan, dan menyatukan ilmu pengetahuan Islam ke timur, sebelum semuanya terlambat. Bersama sembilan kru dari berbagai penjuru dunia Islam, mereka melintasi Laut Tengah, menantang badai di Samudra Hindia, hingga mencapai tanah-tanah yang penuh rempah dan rahasia di Nusantara. Ini bukan sekadar pelayaran. Ini adalah perjalanan ruhani, penjelajahan ilmiah, dan perlawanan terhadap lupa. "Peurlak, 1261M" adalah novel sejarah epik tentang peradaban Islam abad ke-12, sains pelayaran, dan makna sejati dari sebuah perjalanan.
All Rights Reserved
#6
mekkah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SEMESTA YANG KU CARI
  • Benua Musafir
  • Avalokitesvara Jejak Yang Tertinggal
  • Lentera Hati (TAMAT)
  • I Love You My Captain
  • Lentera Senja (TERBIT)
  • Langit Langit Damaskus Bersaksi
  • 𝐌𝐚𝐝𝐢𝐧𝐚𝐡 𝐌𝐞𝐧𝐣𝐞𝐦𝐩𝐮𝐭 𝐉𝐨𝐝𝐨𝐡𝐧𝐲𝐚

Terlahir dari rahim seorang pelacur bukanlah kemauan Ayesha, namun nyatanya kesalahan yang di perbuat orang tuanya sudah menjadi takdir yang begitu menyakitkan untuknya, tak bernasab dan mendapat kutukan sedari lahir benar-benar menyiksa hidup gadis itu, di tambah kegagalan cinta yang ia alami. Hingga semesta tak sengaja mempertemukannya dengan seorang lelaki bernama Irzan Ghazi El-Fathan, yang berhasil membuatnya jatuh cinta kembali di saat ia tidak ingin jatuh cinta lagi. Namun lagi dan lagi, kisah cintanya kembali di ambang ujian yang besar. Apakah Ayesha dan Irzan berhasil bersatu? "Semesta mempertemukanku denganmu disaat aku tidak ingin jatuh cinta lagi, ku harap kamu benar ingin menetap, bukan hanya sekedar singgah di hati." -Ayesha Nindia Taleetha- "Tidak ada pertemuan yang kebetulan, ini sudah termasuk takdir dari Allah, jika kamu tidak ingin jatuh cinta lagi, maka izinkan saya meminta izin Tuhanmu untuk masuk ke hatimu dan memperjuangkanmu." -Irzan Ghazi El-Fathan-

More details
WpActionLinkContent Guidelines