Bun, Jangan Benci Aku

Bun, Jangan Benci Aku

  • WpView
    Reads 210
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 26, 2025
WpInfo
Fiction
Social Themes
Family Life
Growth and Self-Discovery
Grief and Bereavement
Penolakan dan kebencian. Dua hal yang mengiringi kelahiran Ailee Evangeline ke dunia. Tumbuh tanpa peran seorang ayah yang pergi entah ke mana hadirnya, serta tatapan kebencian yang selalu Ailee dapatkan dari sang bunda. Ailee tak pernah tahu, di mana letak kesalahannya sehingga orang tuanya begitu membencinya. Ailee tak pernah mengerti, mengapa semua orang selalu memberi penolakan terhadap dirinya. Apa karena kelahirannya ke dunia? Atau terdapat sesuatu yang Ailee perbuat sehingga kebencian itu tertuju padanya? Tak tahu, Ailee tak pernah tahu alasannya. Keinginannya hanya sederhana, hanya ingin mendapat pelukan dari sang bunda, perhatiannya serta kasih sayangnya yang selama ini tak pernah Ailee benar-benar rasakan. Apakah semua itu terlalu berat untuk didapat? Ataukah itu terlalu berlebihan untuk memintanya? Dan apakah Ailee mampu mendapatkannya? . . . . . Start : - Finish : -
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ATMA FATAMORGANA
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?!
  • MOTHER
  • Dua Langit Berbeda
  • My Step Mom? [END] ✔️
  • Stealing My Husband
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • Unexpectedly Yours

"Jadilah seperti lumut: ada, tapi tidak terlihat, dan kalau bisa jangan diinjak." Itulah moto hidup Sevanja Nandhira. Sebagai mahasiswi Seni Rupa di Universitas Brahmana yang isinya anak-anak sultan, Sevan lebih memilih menjadi "Cewek Suram" yang hobi begadang demi deadline gambar daripada harus bersosialisasi. Strateginya sederhana yaitu hindari keramaian, gunakan jalur tikus, dan tetap berada di luar Radius Seratus Meter dari orang-orang populer. Terutama dari Adiaksa Ranjaya Jasvanta. Aksa adalah segalanya yang Sevan hindari karena tinggi 185, bintang Ice Hockey, salah satu mahasiswa terkenal orang terkaya di kampus yang dijuluki Vanguard, dan memiliki aura "lampu sorot" yang menyilaukan. Bagi Sevan, Aksa adalah intimidasi visual dan gangguan dalam hidupnya. Lari cepat setiap kali melihat ujung jaket hoki Aksa adalah olahraga wajib. Namun, Sevan tidak tahu satu rahasia besar. Aksa bukan sekadar cowok populer yang iseng. Aksa adalah kolektor rahasia dari karya-karya digital anonim milik Sevan yang sangat emosional. Baginya, Sevan bukan sekadar "gadis berantakan" yang hobi kabur. Sevan adalah pelukis hantu yang selama ini ia kagumi karyanya. Kini, sang Forward tim hoki itu telah mengunci targetnya. Bukan di lapangan es, melainkan di lorong-lorong sempit fakultas seni. Dimulai dari satu krat susu coklat hingga aksi kejar-kejaran absurd yang bikin heboh satu kampus, Aksa bertekad menembus zona nyaman Sevan yang sekecil kotak pensil itu. Sanggupkah Sevan mempertahankan jaraknya, atau justru ia akan terjebak dalam pesona "Beruang" yang ternyata tidak se-polos kelihatannya? ~~~ DILARANG PLAGIAT (⁠ノ⁠`⁠Д⁠'⁠)⁠ノ⁠彡⁠┻⁠━⁠┻ pernah di unpublish karena di revisi. #01 teenfiction [ 20 Maret 2026] #01 absrud [ 20 Maret 2026] #01 gambar [ 20 Maret 2026] #01 fiksi [31 Maret 2026] #02 komedi [ 20 Maret 2026]

More details
WpActionLinkContent Guidelines