She's Loved ( Maindy )

She's Loved ( Maindy )

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 23, 2025
"dimana lagi coba bisa di treat like a princess sama kakak sendiri? hahaha" - Maindy MAINDY WULAN POETRI adalah anak bungsu di keluarganya. Ayahnya (Papah) Joko Wirawan dan Ibunya (Mamah) Poetri Sekar Ayu adalah pasangan yang serasi! Dari keserasian itu juga nantinya kita bisa mengenal si dua anak "kembar" Launching pada hari Jumat, 16 Maret 2012. Maindy sekarang genap berusia 13 tahun. Setiap hari dia hanya akan selalu mengganggu kakak pertamanya, Waza. Walaupun perbedaan usia keduanya hanya berjarak setahun, tidak menjadikan Maindy tumbuh sebagai adik yang tidak tau sopan santun kepada Waza. Mulai dari tutur kata sampai bahasa, Maindy selalu menghormati Waza sebagai kakaknya. Hal itulah yang akhirnya membuat Kakaknya selalu menyayanginya dengan penuh perhatian dan kasih sayang, kasih sayang Waza terhadap adiknya bahkan melebihi kasih sayang orang tua mereka kepada sang putri bungsu. Ini adalah rangkaian tulisan yang akan menguji seberapa dekat kah kalian dengan saudara/saudari kalian. Sekarang siapkan pulpen dan kertas, mulailah mencatat dan jadi kakak atau adik yang baik. wish u luck!^^ April 12, 2025 #3 (kakakadik - 240425) #2 (kakakperempuan)
All Rights Reserved
#7
kakakperempuan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bryatta (ON GOING)
  • LOUISE
  • Bunda Ayu [Tamat]
  • Sweet RomanShit
  • Grantha : Ramadhan Pertama
  • Exhausted Soul | EN- [REVISI]
  • Lagniappe (END)
  • Jadi Baby?! [Lengkap]
  • Behind It (Revisi)

Usia Bryatta bahkan belum genap tiga tahun, namun hidup telah memaksanya tumbuh dewasa sebelum waktunya. Baginya, panti asuhan bukan sekadar tempat tinggal, melainkan pengingat akan penolakan yang berulang. Setiap kali pintu harapan terbuka melalui adopsi, setiap kali itu pula ia dikembalikan layaknya barang yang cacat. Kini, di balik sepasang mata kecilnya, tidak ada lagi binar harap akan hangatnya pelukan orang tua. Bryatta berhenti bermimpi. Namun, di tengah keputusasaan yang sunyi itu, mungkinkah masih ada satu ruang bernama 'rumah' yang benar-benar mau menerimanya tanpa syarat? Start : 2 Juni 2025 Finish : -

More details
WpActionLinkContent Guidelines