Magic Controller -CH [Slow Up]

Magic Controller -CH [Slow Up]

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 12, 2025
Ketika semua telah dibutakan oleh ketamakan atas sihir, kekuatan, kekuasaan, lalu dendam dan kebencian juga ikut serta dalam menciptakan pertempuran, maka tidak ada yang dapat menghentikan kehancuran. Namun UN selaku sang pemimpin dunia tidak akan membiarkan hal buruk itu terjadi, dengan adanya Magic Country School mereka akan membangun jati diri generasi selanjutnya dengan sihir-sihir yang hebat. Akan tetapi semua impian itu tidaklah mudah untuk digapai, banyak yang harus diperjuangkan selama mendidik anak-anak penerus kedamaian ini. . "Kek gini ya caranya?" . "EH ANJIR AWAS KEBAKAR TANGAN LO" . "Makanya jadi orang jangan bego² amat" . "KAN GUA GATAU AJG" . "Tch, orang lemah sepertimu lebih baik mati daripada bersembunyi di balik tameng" . "Emang lo tau apa soal gua?" . "Pftt, tong kosong nyaring bunyinya dek" . "MAMPUS LU AWOKAWOKAWOK" . "Adu sihir? Gaskeun! Siapa takut" . "Keknya, lo punya sihir Darkness deh, soalnya muka lu serem" . Kalo kepo baca aja gess. Mungkin cuman ini aja dulu deskripsi ceritanya, okeh happy reading >v<
All Rights Reserved
#17
eu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RESURGERE: The Andalas Of Nusan [CH]
  • Cahaya Gemintang (CH!Indonesia)
  • [TERBIT] ARCHIPELAGOS 1 (Wizarding School in Nusantara)
  • Arcane Legacy: Darah Terakhir (slow up)
  • Lulu
  • EPISTROFI [END]
  • the villain {CH | indonesia life} (Slow Up!)
  • °•~|Father of Magic|~•°

𝘽𝙖𝙘𝙖 𝙩𝙖𝙜𝙖𝙧, 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙜𝙖𝙠 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙥𝙖𝙝𝙖𝙢 . . . . Dunia ini dulunya hanyalah hamparan biasa, hingga kekuatan magis pertama kali terlahir dari kehendak alam. Namun, sihir yang seharusnya menjadi anugerah justru disalahgunakan. Orang-orang yang tidak bertanggung jawab memperlakukan kekuatan mereka sebagai alat untuk berkuasa, tanpa peduli akan kehancuran yang mereka tinggalkan. Dari keegoisan itu, lahirlah kekacauan, perang, dan penderitaan. Hingga akhirnya, sebuah tekad baru muncul, tekad untuk mengendalikan sihir, bukan dikendalikan olehnya. Para pemimpin membangun tatanan baru, aturan yang mengikat, dan tempat-tempat pembelajaran bagi mereka yang terlahir dengan bakat magis. Namun, sejarah selalu berulang. Di tengah damai yang rapuh, bayang-bayang keserakahan kembali mengintai. Dan kini, seorang pemuda harus menemukan jalannya sendiri di dunia yang gila ini, siap atau tidak, mau atau- "TIDAK MAUUUUU!!!" "Heh! jangan menolak! Kau akan ke Akademi besok! ingat!" "Aku tidak mau~ huaa kehidupan malas ku akan hancur." "Kalau kau menolak, koleksi cacing beracun mu akan ku bakar." ". . ." "Yah merepotkan. Mungkin lebih baik aku tidur, dan pura-pura dunia ini baik-baik saja." -Indonesia . . . ! Di ambil dari kisah fiksi author sendiri, gak ada sangkut pautnya sama dunia nyata, mau itu tatanan masyarakat, jabatan, posisi, hukum dan sebagainya. Author cuma manusia biasa yang pastinya tak lepas dari kekurangan. Inspirasi cerita?... Banyak pokoknya, dan author jadiin satu dalam cerita ini. Sama sekali gak adanya bermaksud menjiplak dan gak terima di jiplak. Author gak akan iklas kalau ada yang tiba-tiba jiplak cerita ini trus di jadiin alasan inspirasi cerita dan dan modifikasi sama sekali, alias plek ketiplek. "Menjiplak bukan karena tidak bisa berkarya, tapi karena terlalu malas untuk mencoba." - Appelmerah, 2025 Segitu dulu, bay~

More details
WpActionLinkContent Guidelines