TEMAN?
  • WpView
    Reads 380
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadComplete Tue, Oct 21, 2025
Di sebuah ruang kelas yang penuh cerita diam-diam, Shyla dan Nevana duduk sebangku-dua gadis dengan dunia yang berbeda tapi perlahan saling memahami. Shyla pendiam dan sulit membuka hati, sementara Nevana ceria dan mudah akrab. Dari sekadar berbagi stabilo dan cerita harian, tumbuhlah persahabatan yang diam-diam membawa luka. Shyla menyukai Tama, laki-laki pintar yang jarang bicara, tapi sayangnya tidak pernah benar-benar dekat dengannya. Di sisi lain, Tama menyukai seseorang yang justru dekat dengan Shyla-meski Shyla tak tahu siapa. Sementara Nevana menyimpan perasaan untuk Hersa, sahabat Tama yang menyenangkan tapi hanya datang saat butuh... dan hatinya tertambat pada orang lain. Persaingan cinta tak selalu keras. Kadang ia hadir dalam diam, dalam senyum palsu, dalam pertemanan yang mulai retak pelan-pelan. Di tengah semua itu, ada Queen dan Alena-teman yang mungkin lebih dari sekadar pengamat, mungkin juga bagian dari cerita yang akan mengguncang semuanya. Ini bukan sekadar cerita cinta. Ini tentang perasaan yang tidak pernah bertemu di titik yang sama.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • A Story Never Told [21+]
  • ANKITA ANAHATA
  • Namanya Intan (TAMAT)
  • Knowing You [Terbit]
  • Resonansi
  • Sunyi yang Menyatukan
  • Jejak Hati di Persimpangan Takdir
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines