Cerita ini mengisahkan seorang remaja perempuan bernama Keisha Aruna. Gadis yang lebih akrab disapa Aruna ini dikenal memiliki paras yang cantik dan sifat yang lembut. Ia tinggal bersama ibu dan kakak perempuannya, Arelin Keyra, yang selama ini menjadi sosok pelindung sekaligus sahabat terdekatnya.
Suatu hari, Aruna dan keluarganya harus meninggalkan kota tempat mereka tumbuh yaitu Bandung, dan pindah ke Jakarta. Hal ini terjadi karena masa kontrak kerja sang ibu telah berakhir, dan mereka memutuskan untuk menempati kembali sebuah rumah peninggalan keluarga di kota Jakarta.
Awalnya, kehidupan Aruna di Jakarta berjalan dengan cukup baik. Ia mulai beradaptasi dengan lingkungan baru, sekolah baru, serta mencoba membangun pertemanan dari awal. Namun, segalanya mulai berubah sejak ia bertemu dengan seorang laki-laki bernama Araksa.
Pertemuan itu menjadi titik awal dari berbagai konflik dalam hidup Aruna. Dari mulai menjadi sasaran perundungan di sekolah, hubungan persahabatannya yang hancur karena kehadiran Alvaro, hingga pertemuannya dengan seseorang yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya yaitu kakak laki-laki dari mendiang ayahnya.
Namun, di balik semua luka dan tantangan yang dihadapinya, Aruna tetap memilih untuk melanjutkan hidupnya. Ia belajar untuk bertahan, bangkit, dan menemukan makna dari setiap kejadian yang ia alami. Anehnya, Araksa, laki-laki yang sempat memperlakukannya dengan buruk dan menjadikannya babu di sekolah justru perlahan berubah dan mulai menunjukkan perhatian yang berbeda.
Mengapa Araksa bisa berada di sisi Aruna pada akhirnya?
Apakah perubahan itu sungguh tulus atau hanya bagian dari rencana lain yang belum terungkap?
Temukan jawabannya dalam kisah penuh emosi, persahabatan, pengkhianatan, dan harapan ini. Saksikan perjalanan Aruna dan Araksa hingga akhir cerita, dan bersiaplah untuk terhanyut dalam kisah mereka yang tak terduga.
||FOLLOW SEBELUM BACA!!!||
"Ini kamar aku, nggak boleh nyelonong masuk tanpa izin" tegas Ala, kesal karena ruang pribadinya diakses tanpa seizinnya.
Kai menutup pintu, mendekat ke arah Ala yang sedang berbaring di ranjangnya.
"Ih, jangan naik" larangan Ala lagi-lagi diabaikan oleh pria itu.
Ala memberenggut kesal, pria kaku itu bahkan sudah bergabung di bawah selimut yang ia pakai.
"Sejak kapan suami istri punya kamar sendiri-sendiri?" bisik Kai tepat di belakang telinga Ala.
Ala merinding kegelian karena hangat hembusan nafas Kai.
"Sejak sekarang" pekik Ala begitu berhasil melarikan diri dari dekapan Kai. Dia berlari ke luar kamar, meninggalkan Kai yang tertawa puas setelah berhasil menggoda dirinya.
Masih terasa jejak usapan tangan Kai di perutnya tadi. Ala khawatir, apakah pria itu sudah tahu?
***
Cerita ini tentang dua sejoli yang hidup bertetangga namun tidak saling mengenal. Mereka bertemu karena sebuah insiden, hingga akhirnya semakin dekat dan mulai nakal tipis-tipis 🔞
⚠️⚠️⚠️
Terdapat beberapa konten dewasa eksplisit dan kata-kata vulgar, silahkan skip jika tidak berkenan. Bijaklah memilih bacaan.
JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN KARENA BACA CERITA INI GRATIS.
JANGAN JADI SILENT READER!