Light Fragments in A Cracked Realm

Light Fragments in A Cracked Realm

  • WpView
    Reads 143
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 5, 2026
Lyra Averin menjalani hari-harinya dengan damai di kota kecil Tavelle-tempat di mana matahari selalu hangat, dan tawa anak-anak jadi nyanyian sore hari. Tapi kedamaian itu tak bertahan lama. Dalam sekejap, langit retak, dan cahaya yang tak dikenal menyeretnya ke tempat yang asing-Caerith, sebuah dunia yang dulu bersinar terang, kini porak-poranda oleh kehancuran yang tak terlihat. Di dunia yang tak mengenalnya, Lyra membawa sesuatu yang mereka butuhkan-sebuah cahaya kecil yang tak pernah padam. Tanpa tahu alasannya, dia mulai menyatukan kepingan-kepingan harapan yang tersisa, dari reruntuhan, dari air mata, dari kebaikan yang nyaris punah. Namun, semakin dalam ia melangkah, Lyra menyadari, untuk menyelamatkan dunia ini, mungkin ia harus kehilangan segalanya-termasuk jalan pulang.
All Rights Reserved
#560
penyihir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pangeran Kegelapan
  • The Forgotten Chronicles: The Cursed Realm [End]
  • The Miracle Of Crystals
  • Olif from Dejua
  • I Live Again to be Happy -Su Jia Limei-
  • 𝕽𝖆𝖍𝖆𝖘𝖎𝖆 𝕯𝖎𝖇𝖆𝖑𝖎𝖐 𝕳𝖚𝖙𝖆𝖓 𝕬𝖗𝖐𝖆𝖓𝖎𝖘
  • Rasa di Dunia yang Terlupakan
  • AKADEMIA ARKANUM
  • Tyndomére Eclipse

Malam semakin larut, namun tidur menjadi hal yang mustahil bagi Mael. Setiap kali dia memejamkan mata, dunia di sekitarnya seakan berubah. Suara gemerisik dari sudut-sudut ruangan, desahan napas yang tidak berasal dari dirinya, dan bayangan-bayangan yang menari di balik tirai gelap kamarnya membuat dadanya terasa semakin sesak. Saat dia berbalik untuk kesekian kalinya di tempat tidur, suara itu kembali muncul-seperti bisikan yang tertiup dari balik dinding, rendah dan penuh kekuatan. "Mael... Kau tidak bisa lari..." Dia terlonjak bangun, matanya terbuka lebar, jantungnya berdetak keras. Ruangan itu sunyi. Terlalu sunyi. Dia duduk di tempat tidur, menarik napas dalam-dalam dan berusaha meredakan gemuruh di dadanya. Bisikan itu, suara yang sama dengan yang ia dengar di perpustakaan, menghantuinya lagi. Pikiran Mael kacau. Apakah ini nyata? Ataukah dia sudah kehilangan akal? Sejak mimpi itu, dunianya berubah menjadi labirin ketakutan yang tak bisa dia pahami. Mata Mael bergerak ke sudut kamar, ke arah bayangan yang terasa lebih pekat daripada biasanya. Di sana, samar-samar, dia melihat sesuatu. Sesosok tubuh samar yang menyatu dengan kegelapan. Tubuh itu bergerak perlahan, semakin dekat, seperti makhluk yang merayap dari kedalaman mimpi buruknya. "Siapa kau?" Mael berbisik, meskipun dia tahu tak ada jawaban.

More details
WpActionLinkContent Guidelines