Unspoken Feelings [End]

Unspoken Feelings [End]

  • WpView
    Reads 105
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 17, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Gretta pernah percaya bahwa cinta yang hilang akan terkubur waktu. Namun, perasaan itu kembali tanpa permisi, tumbuh dalam senyap, saat dia mulai melihat Alvin, kakak kelas yang tak terjangkau. Ada yang tak bisa diungkapkan, karena kata-kata terlalu berat untuknya. Dan cinta yang tak pernah diucapkan, mengalir di setiap tatapan, di setiap jantung yang berdebar tanpa suara. Terkadang, tak perlu kata untuk merasakan cinta. Cukup diam, dan biarkan perasaan itu menyentuh hati.
All Rights Reserved
#33
unspokenfeelings
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Erlangga
  • STAR ALIGN
  • UNSPOKEN LOVE (On Going)
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya

Aira, seorang mahasiswi seni yang introvert, merasa nyaman dengan dunianya yang sunyi. Di balik ketenangannya, ada luka lama yang masih mengganggu hatinya-rasa takut untuk jatuh cinta lagi setelah perpisahan traumatis dengan ayahnya. Ia memilih untuk hidup tanpa melibatkan perasaan, menjalani hari-harinya dengan rutinitas yang aman dan terkontrol. Namun, semuanya berubah saat ia bertemu dengan Raka, seorang mahasiswa film yang baru pindah ke kampusnya. Raka yang ceria dan penuh perhatian membuat Aira merasa tak nyaman, tetapi perlahan ia mulai melihat sisi lain dari diri Raka yang membuatnya merasa dihargai dan dipahami. Meskipun demikian, Aira masih diliputi ketakutan akan hubungan yang lebih dalam. Seiring berjalannya waktu, perasaan antara mereka semakin berkembang, tapi Aira berusaha keras untuk menghindarinya. Dia takut jika dirinya membuka hati, luka lama itu akan terbuka kembali. Raka, yang jatuh cinta pada Aira, tidak ingin menyerah begitu saja. Dia tahu ada lebih banyak di dalam diri Aira, dan dia bersedia menunggu. Akankah Aira mampu menghadapi ketakutannya dan menerima cinta yang datang dengan perlahan? Ataukah ia akan terus membiarkan cinta yang indah itu hanya menjadi sesuatu yang tak terucap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines