Sun Light in the Cold Winter

Sun Light in the Cold Winter

  • WpView
    Reads 523
  • WpVote
    Votes 146
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 2, 2026
[Teenlit - Family - (minor)Romance] "Kau jadi cahayanya, aku jadi musim dinginnya, bagaimana?" Ania Ninel tidak pernah bertanya pada sang Ayah kenapa dia dan dirinya pindah ke Yaktz. Dia juga tidak diberitahu bahwa beradaptasi di Yaktz akan sesulit ini; musim dingin yang panjang, orang-orang yang dingin, juga stigma negatif pada orang-orang ramah yang terbiasa tersenyum. Ania memiliki dua sifat itu dan dia dijauhi karenanya. Mulanya, dia pikir dia tidak akan mendapat teman, sampai kemudian Lev Smirnov-si pemabuk-menawarkan diri menjadi teman. - Cover by Dreamerity (made in Canva) Original story by Dreamerity Don't copy this story!
All Rights Reserved
#746
minorromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • It's Always Been You✔️
  • ALESYA (END)
  • Winter
  • [END] Happiness is About What Make Us Smile
  • Karena Kamu Rumahnya
  • You're My Getaway
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • DOPAMINE [HIATUS]

Livia tak menginginkan Kennard--bad boy paling ia hindari--menjadi saudara tirinya. Namun suatu malam, Livia mengalami peristiwa tak terlupakan bersama Kennard hingga mengubah perasaan keduanya. *** Meski tak memiliki seorang ibu, Livia Rinshi tetap hidup bahagia bersama ayahnya. Saat menginjak usia enam belas tahun, seharusnya Livia lebih berbahagia karena sang ayah menikah lagi. Tapi, tidak! Hidup Livia tak lagi sama ketika Kennard Vicco, bad boy yang paling ia hindari, menjadi saudara tirinya. **** Jantung aku kayak meledak waktu melihat cowok nggak pakai baju tiduran di kasurku. Aku menjerit kuat-kuat sampai Kennard tersentak dan duduk sambil melongo bego. Berkacak pinggang, aku berjalan ke arah ranjang bersprei Hello Kitty. "Ngapain kamu tidur di sini?!" Senyuman Kennard tersungging bikin wajahnya semakin tampan. Tapi, aku nggak pernah tergoda bujukan setan. "Biasa aja kali. Nggak usah ngegas," ujarnya rese. "By the way," Kennard turun dari ranjang dan berdiri di hadapan aku, "Mulai sekarang, lo kudu nurut apa kata gue atau ...." "Ihh ... nggak mau!" tolakku sambil memalingkan muka ke arah jendela, takut khilaf karena ngeliat otot perut Kennard. "Kalo lo nggak mau," Wajah Kennard mendekati aku, "Gue bakal bilang ke Bunda, semalam lo pergi ke mana." Mataku melebar, mulutku terbuka, perutku juga mulas, sementara Kennard menyeringai sadis. Oh, puh-lease! Aku ketahuan si Iblis! #BukanTeenlitBiasa ❤️ Dilarang baca jika kamu lemah iman, tak sanggup menerima ke-uwu-an, atau takut baper yang berkepanjangan. ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines