"Tak semua yang mati benar-benar pergi. Ada yang kembali... untuk menyelesaikan apa yang tak sempat dituntaskan."
Josselynne Hidelvart lahir bukan untuk dirayakan.
Ia tumbuh dalam bayang-bayang tuntutan yang tak pernah berpeluk, dalam rumah yang memaksanya sempurna tanpa pernah bertanya: "Apakah kau bahagia?"
Ia belajar menjadi kuat, hanya untuk dijadikan sandaran orang lain yang tak peduli jika ia roboh.
Ia menyukai seseorang, hanya untuk menjadi lelucon di antara derai tawa yang kejam.
Ia hidup di antara buku, doa, dan luka-namun tak satu pun menjadi tempat berlabuh.
Hingga malam itu datang.
Atap SMA Gravhielle.
Gerimis yang melukis cahaya lampu kota.
Dan satu tubuh yang jatuh-meninggalkan pertanyaan yang tak terjawab.
Semua orang mengira itu bunuh diri.
Namun sebagian luka tak bisa dijelaskan oleh gravitasi.
Dan sebagian rahasia... dikubur lebih dalam dari kematian.
Tepat ketika dunia mengira kisah Josselynne telah berakhir-
Ia terbangun di masa lalu. Di hari-hari yang kelam. Di saat-saat sebelum semuanya hancur.
Namun kali ini, ia bukan gadis yang sama.
Ia kembali untuk mengungkap siapa yang membunuhnya.
Ia kembali untuk menghancurkan kepalsuan yang dulu ia lindungi.
Ia kembali... untuk mengakhiri semuanya.
Hidup Rea dibagi dua: yang disembunyikan, dan yang dirindukan.
Ia tumbuh di bawah cahaya lampu sorot - tapi bukan miliknya. Namanya sering disebut, tapi hanya sebagai bayangan: "Adiknya Damar."
Tak ada yang benar-benar melihat Rea. Yang mendekat hanya ingin meminjam kunci masuk ke dunia sang bintang.
Maka Rea memilih mundur. Menjadi samar.
Sebagai Reinelicious, ia bersinar tanpa nama, tanpa wajah. Tapi di balik tiap irisan bawang dan bisikan resep, ada luka masa kecil yang belum reda.
Kini ia mencoba hidup sebagai mahasiswi biasa - menyembunyikan silau dengan kemeja kotak dan kacamata besar. Namun dunia tak sesederhana itu.
Ada Damar, kakak yang ia sayangi dan benci sekaligus. Ada Gilang, lelaki diam yang selalu hadir... dan entah sejak kapan jadi rumah.
Ini bukan kisah cinta dalam tempo cepat. Ini kisah mereka yang pernah tenggelam, mencoba berenang ke permukaan - lewat masakan yang menghangatkan, lewat nyanyian yang menjerit, lewat luka-luka yang tak ingin ditambal, tapi dipeluk perlahan hingga terasa ringan.
Meski tak sepenuhnya hilang.
Disclaimer:
Semua tokoh, tempat, dan adegan dalam novel ini adalah fiksi. Kesamaan dengan nama, peristiwa, atau individu nyata adalah kebetulan semata. Penyebutan merek, lokasi, event budaya, dan figur publik adalah bagian dari unsur naratif - tanpa afiliasi atau klaim keterlibatan resmi. Resep dalam cerita ini adalah bagian dari dunia Rea, bukan rujukan teknis memasak. 💛