Kita Beda Jalan [ Ending ]

Kita Beda Jalan [ Ending ]

  • WpView
    Membaca 144
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 37
WpMetadataReadLengkap Sel, Apr 15, 2025
Aidan Almansyah dan Vanessa Marghata tak pernah menyangka kalau pertemuan di kelas persiapan olimpiade bisa membawa mereka pada rasa yang tak mereka harapkan-cinta yang tak mungkin disatukan. Aidan, anak tunggal dari keluarga Muslim yang taat. Vanessa, gadis ceria dari keluarga Kristen yang hangat. Di tengah dunia yang mempertemukan mereka, agama menjadi tembok yang tak bisa mereka lewati. Meski mereka berjuang, dunia tidak mengizinkan. Dan pada akhirnya, mereka harus memilih: memperjuangkan cinta, atau menghormati keyakinan. Sebuah kisah tentang perasaan yang tumbuh di tempat yang salah, pada waktu yang salah-dan berakhir tidak seperti yang diharapkan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#595
cintabedaagama
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Langit Untuk Laut
  • Menawar Restu
  • Antara Tasbih dan Rosario
  • NADA UNTUK DEWA
  • A Dan A by Nia alawiyah
  • Karena Aku Memilihmu [ END ]
  • Two The Most Wanted
  • Finding The Light ~ Moqeel  [COMPLETE]
  • [Complete] Senja di balik Hujan

Maura Elvaretta Zahira, gadis ceria berambut panjang yang selalu tampak bersinar di mata orang-orang. Di balik senyumnya, ia menyimpan luka masa kecil yang belum sembuh-kehilangan ayah yang ia cintai dan ibunya yang menikah kembali. Meski rapuh di dalam, Maura tumbuh menjadi pribadi yang ambisius dan pekerja keras. Ia ceroboh, sering gegabah, dan tak jarang memainkan rasa percaya dirinya untuk menutupi ketakutan yang tak pernah ia akui. Lalu ada Mahzan Rafiq Al Muaffaq-siswa kelas dua SMA yang dikenal pendiam, dan tenang. Putra pemilik pesantren dan seorang dokter ini tumbuh dalam nilai-nilai agama yang kuat. Ia merupakan murid kebanggaan guru. Mereka dipertemukan di SMA. Dalam riuhnya masa remaja, Maura jatuh hati lebih dulu. Ia tak menunggu waktu terlalu lama untuk mengungkapkan perasaannya. Tapi Mahzan menolak-bukan karena tak ada rasa, melainkan karena ia tahu, cinta tak cukup hanya dengan saling suka. "Aku bukan tak ingin, Maura. Tapi kita punya Tuhan yang mengatur waktu. Dan saat ini, belum waktunya kita jadi satu."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan