Salwa dan Sandy

Salwa dan Sandy

  • WpView
    LECTURAS 515
  • WpVote
    Votos 217
  • WpPart
    Partes 30
WpMetadataReadContenido adultoConcluida mar, dic 2, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
Ini gak seperti yang kamu bayangin sayang, kamu dengerin aku dulu.."Ucap Sandy terus meyakinkan Salwa dan memegang tangan Salwa." Salwa pun melempar kue ulang tahun yang masih ada di genggaman nya ke sembarang arah membuat kue tersebut hancur tak berbentuk lagi dengan keras. Jangan sentuh aku lagi.."Ucap Salwa dengan air matanya yang sudah lolos dari pertahanan nya." Salwa berjalan mundur, Sandy pun mulai berkaca-kaca melihat orang yang ia cintai nya menangis karena kesalahpahaman nya dengan Bella. Sayang aku dan Bella ga ngapa-ngapain, aku aja baru bangun dari tidur trus aku tiba-tiba liat bella ada di kamar aku ingetan aku cuma sampe disitu aja kamu harus percaya aku.."Jelas Sandy dengan jujur ke arah Salwa." Salwa tak percaya dengan penjelasan Sandy, ia menggelengkan kepalanya merasa penjelasan Sandy tidak benar. penasaran?? yaudah sini mampir dulu di lapak aku, kalian bisa baca sampai part akhir okayyy untuk melihat alur cerita antara Salwa dan Sandy. #disclaimer nama sudah disamarkan #karya ke empat #selamat membaca
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • EINSTEIN [END]
  • Sweetly Tied
  • The Last Yes!
  • Círculo del Destino
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Mulih (END)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido