We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Lost Amigdala | On Going

Lost Amigdala | On Going

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 29, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Kau tidak mengenalku, tapi aku tahu segalanya tentangmu. Dan tahun ini, kau akan hidup di dalam cerita yang kutulis dengan obsesiku sendiri." Seiranity Nirwareha selalu terlihat sempurna-tenang, ceria, dan tak pernah menyadari sepasang mata yang mengamatinya sejak bertahun-tahun lalu. Di sudut ruangan yang remang, seorang remaja laki-laki menyusun foto-foto gadis itu seperti potongan puzzle hidupnya. Ia bukan sekadar pengagum. Ia adalah bayangan yang menunggu waktu untuk jadi nyata. Ketika tahun ajaran baru dimulai, dan hujan pertama turun, ia sudah punya rencana. Duduk di samping Seira. Menjadi seseorang dalam hidup gadis itu. Membuatnya melihat apa yang selama ini tak terlihat. Tapi obsesi bukan cinta. Dan trauma bukan sekadar masa lalu. Ini bukan kisah cinta biasa. Ini tentang seseorang yang kehilangan kendali atas dirinya, dan tak bisa membedakan mana realita, mana delusi. Di balik tatapan tenang dan senyum yang manis, ada badai dalam kepala. Dan badai itu, sedang mencari jalan keluar.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • Langit Setelah Hujan [END]
  • DENTING  [Revisi]
  • AMERTA : The Last Embrace
  • Terjerat obsesi Yandere
  • Fierce Love
  • Chaos Chemistry

Ini tentang keluarga. Juga tentang hujan yang indah. Seperti halnya Naradra Carolina Abastra. Penyuka kaos oversize juga celana training yang sedikit kepanjangan. Gadis biasa-biasa saja dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas. Ketika rintik-rintik hujan saling berjatuhan hingga berubah deras. Dia selalu ada untuk melihatnya menyambut bumi. Menciptakan suara melodi yang indah, dibalik awan gelap. Begitu juga dengan bunga dandelion, indah dengan caranya sendiri. Terbang bebas tanpa takut terlihat berbeda. Karena itu Nara suka dengan keduanya. Namun kekakuannya hanya satu, yakni seorang Damantara Gusti Pangestu. Lelaki dengan rambut kecoklatan dan kacamata bulat yang bertengger sempurna menghiasi wajahnya. Bukan laki-laki culun juga berandal. Gusti selalu berhasil menjungkir balikkan hatinya. Dengan mata hitamnya yang memikat. Sayangnya, dia bergerak untuk sebuah rahasia kelam. Namun, jika waktu terus mengikis rahasia yang selama ini mereka tutup. Apakah Tuhan masih memberi kesempatan untuk bersama? Atau justru mereka sendiri yang akan pergi, meninggalkan jejak yang kian dalam? __________________________________________________ Gusti menghela napas. "Mau tau sesuatu?" matanya menatapku begitu serius. "Sesuatu?" Laki-laki itu mengangguk. "Tentang semua ini, yang mungkin buat lo risi?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines