Bourbon, Malam dan Kita (END)

Bourbon, Malam dan Kita (END)

  • WpView
    Reads 126
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 14, 2025
Bourbon, Malam, dan Kita Segelas api, dua hati yang menolak padam. Di bawah remang cahaya bar, saat malam menetes pelan dalam gelas-gelas bourbon, Ari-seorang bartender yang lelah bermain-main dengan cinta-bertemu Alviz, pria kantoran rapi dengan tatapan tajam dan luka tersembunyi. Alviz tidak sendiri. Ia terikat oleh hubungan yang dingin dan penuh luka. Tapi di hadapan Ari, malam-malam menjadi lebih jujur. Mereka tak saling berjanji. Mereka hanya saling nyala. Dalam aroma alkohol dan hasrat yang tak bisa ditepis, siapa yang akan terbakar lebih dulu?
All Rights Reserved
#622
mxm
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Sweetest Popcorn
  • DESSERT
  • Marry My Classmate
  • EXPOSED [ GxG ]
  • Perfect Desire
  • (B4) My Wife Is A Beautiful CEO
  • My Wild Young Lover (Tamat)
  • SINGLE FATHER NUMBER 225
  • The Bartender and The Owner (joongpond)

Sewaktu Rio mengajaknya berkenalan dan jalan di luar kantor berdua saja, Dara mengangguk begitu saja karena yang ia tahu pria itu berstatus jomlo dan tidak banyak tingkah. Bahkan, di bulan kedua Rio mengajaknya berpacaran Dara mengiyakan tanpa pikir panjang. Namun, siapa sangka di Minggu pertama status mereka berubah, pria itu langsung menunjukkan sifat aslinya. Alih-alih pria mapan rupawan, Rio tidak lebih dari pacar tukang ngatur dan banyak mau. Di mata pria itu, semua yang Dara lakukan selalu salah! Di tengah kegalauannya mengenai hubungan dan proyek yang mengharuskannya berinteraksi langsung dengan Rio, ada Ardi-berondong yang baru saja masuk ke dalam timnya, pria itu memperhatikan Dara secara diam-diam. Dan yang paling memalukan, pria itu sering memergoki Dara bertengkar dengan kekasihnya. "Harusnya kamu nggak membiarkan dia menyakitimu lebih dari kemarin, Dara." Dan kedekatannya dengan Ardi membuat gosip kurang sedap menyebar di kantor. Haruskah Dara membantah rumor itu atau justru menikmati ekspresi Rio yang menahan amarah ketika melihatnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines