Dialog Karya - KDA

Dialog Karya - KDA

  • WpView
    Reads 81
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 26, 2025
📖 Dialog Karya Kumpulan Karya Sastra oleh Bengkel Seni FP UB - Bidang Teater Sastra Bagian dari: KDA - Karyaku Dalam Anganku Ada suara-suara yang tak pernah lantang, tapi menetap di dada. Ada kata-kata yang tak sempat terucap, namun tumbuh menjadi sajak, prosa, dan naskah. "Dialog Karya" adalah rumah bagi semua itu-sebuah panggung sunyi tempat kata dan rasa saling bersahutan, mencari makna. Buku ini bukan hanya kumpulan tulisan. Ia adalah jejak langkah kami dalam menyulam makna, menebar tanya, dan memeluk luka. Di balik setiap bait dan kalimat, ada peluh proses, ada benih keraguan, ada getar ketulusan yang tak bisa diwakilkan oleh suara manusia biasa. Dalam halaman-halaman ini, kami tidak hanya menulis-kami berdialog. Dengan waktu. Dengan budaya. Dengan diri kami sendiri. Bengkel Seni FP UB - Bidang Teater Sastra menghadirkan karya-karya ini sebagai bagian dari KDA - Karyaku Dalam Anganku, sebuah gerakan ekspresi dari ruang-ruang sunyi yang akhirnya bersuara. Kami percaya, seni adalah cara paling jujur untuk menjadi manusia, dan sastra adalah jembatan antara hati dan dunia. "Cinta Budaya Bangsa, Merdeka!" adalah napas dari setiap huruf yang kami rawat di sini. Karena kami percaya, dalam sastra, budaya bukan hanya diingat-ia dihidupkan kembali. Selamat memasuki ruang kami. Biarkan kata-kata berbicara, dan semoga ada satu di antaranya yang mengetuk pintu hatimu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Batas-Batas Eksistensialisme
  • NESTAPA: SRI GEMILANG {END} ✓
  • ANNISA {ON GOING}
  • Almost.
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Pengakuan Sang Semesta
  •   Cerita Acak ; ALTERNATIF UNIVERSE  & ONE SHOT STORY
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • FLEUR ✓

Zona tak terbatas seolah memberi ruang untuk kebebasan mengkritisi segala hal, namun sebagian besar dari pikiran itu tidak layak berkeliaran di kepala. Dalam esai ini, saya menghadirkan potret kehidupan di sebuah kota industri yang terpukul hebat oleh pandemi. Cerita dengan momen yang mulai mengalir sejak pertengahan tahun 2020, setiap sudut kota tidak lagi sama, terkekang oleh kebijakan pembatasan yang menjadikan kita asing satu sama lain, kehilangan arah, dan beradaptasi dengan rutinitas yang semakin menyesakkan. Melalui perspektif pribadi, saya mengeksplorasi eksistensi kehidupan yang diwarnai oleh pertemuan singkat dengan orang-orang baru, dialog spontan yang memecah keheningan hiruk pikuk kota, serta momen-momen yang mengungkapkan keunikan setiap individu di antara deru aktivitas tak pernah terduga. Saya menggambarkan suasana kota yang memancarkan kehidupan, menceritakan keberagaman emosi, keinginan, dan impian yang mengalir di tengah kebosanan. Alam selalu punya cara untuk menghapus seluruh keluh kesah. Pantai-pantai dan tempat indah lainnya biasanya bersembunyi di sudut-sudut paling tepi dari kota, atau kadang-kadang mereka hadir di tengah hiruk-pikuk kota yang tidak pernah tidur. Kita hanya perlu kedamaian untuk meredam kebencian yang ada dalam diri. Makna yang mungkin sudah lama terkubur dalam nurani, namun tertutup oleh kekecewaan dan kesedihan yang tak kunjung usai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines