SEKAT
  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 28, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Deskripsi : SEKAT menggabungkan romansa remaja dengan kritik sosial dalam balutan kisah sekolah elit yang sarat kasta. Di tengah riuhnya popularitas dan gengsi, dua jiwa berbeda saling menemukan, bukan lewat kata-kata, tapi lewat tatapan dan keberanian melawan batasan. --- Sinopsis Di sekolah tempat uang berbicara lebih lantang dari nilai, Denisa hidup dalam lingkaran yang gemerlap, populer, ceria, dan tak pernah kesulitan. Pian, di sisi lain, adalah bayangan di sudut kelas: pendiam, cerdas, dan dijauhi karena tak memiliki apa yang sekolah itu agungkan, status. Tapi pagar sekolah tak bisa menghalangi rasa penasaran. Dan dari tatapan yang tak disengaja, tumbuh rasa yang perlahan menyelinap. Mereka berbeda, tapi dunia yang mereka kenal ternyata sama rapuhnya. Di antara buku-buku, waktu, dan pertemanan yang dinilai oleh status, Denisa dan Pian menemukan bahwa cinta bisa lahir dari luka. Tapi cukupkah perasaan untuk meruntuhkan sekat yang dibangun oleh sistem?
All Rights Reserved
#295
kasta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja Yang Sunyi
  • Namanya Intan (TAMAT)
  • Boleh Aku Gandeng Tanganmu Nanti?
  • Gugup Itu Tanda Suka
  • VATRIA UNEDA SCHOOL [✓]
  • Please Love Me
  • ASRAR|

Arunika, gadis ceria yang selalu tampak kuat di hadapan teman-temannya, menyimpan luka yang tak terlihat. Di rumah, ia merasa asing dengan kedua orang tuanya-seolah menjadi tamu di tempat yang seharusnya ia sebut rumah. Kakak yang paling ia sayangi telah pergi meninggalkannya, membuat rumah terasa semakin sepi. Satu-satunya tempatnya bersandar adalah sang oma, wanita yang selalu menghangatkan hatinya dengan kasih sayang tanpa syarat. Namun, takdir kembali menguji Arunika. Evan, sosok yang ia percaya akan selalu ada, justru membuatnya kecewa. Dan ketika dunia terasa semakin berat, oma yang paling ia miliki pun pergi meninggalkannya selamanya. Di sekolah, Arunika masih mencoba tersenyum, seolah tak ada yang terjadi. Ia berusaha tetap tegar, meski hatinya perlahan terkikis oleh kehilangan demi kehilangan. Namun, di balik senyum yang ia tunjukkan, ada satu tempat di mana ia bisa benar-benar menjadi dirinya sendiri-danau yang tenang, tempat pelariannya dari dunia yang terus melukainya. Di tepi danau itulah, Arunika merangkai ulang kepingan hatinya yang hancur. Tapi, sampai kapan ia bisa bertahan? Akankah Arunika mampu melewati semuanya dan menemukan kembali cahaya di hidupnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines