Hai Nakala [On Going]

Hai Nakala [On Going]

  • WpView
    MGA BUMASA 240
  • WpVote
    Mga Boto 6
  • WpPart
    Mga Parte 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sun, May 18, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Nakala Hasta Rahardja cuma ingin satu hal saat Natal, seorang teman. Ia menulis surat untuk Santa, berharap ada seseorang yang bisa tinggal, bukan pergi. Lalu, di depan gereja Kota Lama, ia bertemu Karafyya Geraldine---gadis kecil yang diam-diam juga sedang patah. Namun hidup tak pernah sesederhana permintaan dalam surat. Tahun berganti. Mereka bertemu lagi, bukan sebagai anak kecil tapi remaja yang belajar menyembuhkan luka sambil saling menggenggam harapan. Tapi cinta, seperti sejarah, kadang menyimpan akhir yang tak ingin diceritakan. Happy reading!!!
All Rights Reserved
#155
fiksiindonesia
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • RAHSYA UNTUK NAURA
  • Assalamualaikum Cinta
  • Dewa Keberuntungan [End]
  • TRAUMA
  • Misunderstand
  • DILEMA CINTA [END] COMPLETED

"Yang nggak pernah benar-benar selesai, justru yang paling susah dilupakan." - Nayyara Tujuh tahun. Itu waktu yang Nayyara habiskan untuk mencoba sembuh-dari luka yang bahkan tak sempat diberi penutup. Luka yang diam-diam ia bawa sejak bangku kuliah kedokteran, hingga kini menyandang gelar spesialis. Luka bernama Adrian Baskara-mantan yang pergi tanpa kata, tanpa perpisahan. Hanya hilang. Begitu saja. Sialnya ketika ia merasa telah pulih, semesta mengajak bercanda. Sebuah mutasi mendadak menjatuhkannya dari puncak karier di rumah sakit elit Jakarta ke pelosok desa di Jawa Tengah. Desa asing yang lebih percaya ramuan dukun ketimbang resep dokter, lebih patuh pada mitos ketimbang medis. Nayyara datang sebagai penyintas-asing, tersesat, nyaris patah. Tapi ia bertahan. Ia belajar hidup dari nol. Ia kira, itu sudah cukup berat. Sampai... Adrian muncul. Kini pria itu berdiri di hadapannya-dengan senyum sabar, tatap mata yang dulu menenangkan, dan seorang anak kecil yang tak sengaja memanggilnya, "Ayah." Nayyara ingin pergi. Meninggalkan desa ini. Menjauh dari kenangan yang kembali bernyawa. Tapi hati bukan peta yang bisa digariskan lurus-lurus saja. Luka lama belum sembuh, rahasia lama belum selesai. Dan pertanyaan itu terus menghantui: Kenapa Adrian pergi tanpa pamit dulu? Dan... kalau cinta yang lama mati ternyata belum benar-benar terkubur, bisakah Nayyara mencintai lagi-tanpa takut patah untuk kedua kalinya?

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman