When I Fell Into My Drawing

When I Fell Into My Drawing

  • WpView
    Reads 175
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Sat, May 17, 2025
Kenzi tak pernah menyangka, hobinya menggambar bisa membawanya ke dunia yang tak pernah ia bayangkan. Sebuah dunia yang penuh warna, namun tak semuanya indah. Ia bertemu dengan karakter yang dulu hanya ia gambar, kini hidup-berjalan, bicara, dan bahkan menyimpan rahasia. Bagaimana jika kamu masuk ke dalam dunia yang kamu ciptakan sendiri? Dan yang paling mengejutkan... bagaimana jika kamu tak tahu jalan keluarnya? Selamat datang di When I Fell Into My Drawing, karena terkadang, dunia paling nyata justru tersembunyi di balik imajinasi.
All Rights Reserved
#263
imajinasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER
  • Bintang Top dan Paman Kecilnya yang Super Kuat [Reality Show Anak]
  • [1] Another World
  • PENSILPENGHAPUS DALAM FIKSINYA
  • ALVIN (On Going)
  • Impian Untuk Hidup (End)
  • Im's Figurans Eveline
  • Antagonis Di Novel BL [✓]
  • The Wolf & Prince - Tale of Two World [END]

Aku tahu takdir memang selalu bercanda padaku, mungkin lebih tepatnya merundungku. Sedari awal hidupku tidak berjalan baik. Bukan, bukan melarat apalagi bekerja bagai kuda hanya untuk sesuap nasi, tetapi menjadi anak dari konglomerat yang meneteskan liur pada reputasi. Aku lah anak yang ditempa sekeras mungkin oleh orangtuaku untuk meraih reputasi impian mereka. Kurasa meski aku hancur berkali-kali, tumpul berkali-kali, dan berkarat berkali-kali; orangtuaku masih menarik leherku dengan paksa untuk bekerja demi reputasi mereka. Aku yang hidup seperti itu, kurasa dengan mati setidaknya bisa terbebas. Namun, bak keluar kandang buaya masuk kandang harimau, aku terbebas dari orangtuaku akan tetapi jatuh ke dalam genggaman entitas lain. Dewa yang menyeretku paksa untuk menjalani kehidupan seseorang yang kuberi iba secuil biji jagung. Libitina Kaltain. Karakter dari novel yang kubaca kala memiliki waktu luang sebiji kecil. Bukan, bukan pemeran utama yang menakjubkan apalagi pemeran penjahat. Tapi hanya pemeran pendamping yang bahkan hanya muncul sekali. Sang tumbal peperangan, keturunan yang menyedihkan dari Keluarga Kaltain. Anak yang hanya muncul saat keluarganya mengorbankan dirinya demi memenangkan peperangan. Anak yang malang, begitulah kupikir. Jika tahu rasa Ibaku yang ternyata membawaku ke sini, maka lebih baik kuludahi saja namanya. Libitina Kaltain, aku hidup kembali dalam tubuh penuh luka dan tak berdaya miliknya. Menjalani hidup menyedihkan Libitina yang bahkan lebih rendah dari budak, dianggap sampah keluarga yang tidak pernah dipandang. Aku hidup sebagai dirinya, sekaligus menanggung takdirnya yang entah apa. Bersamaan dengan kebingunganku pada Dunia dan takdirku sendiri, kata mengapa yang menggerayangi. Mau bagaimanapun aku harus bertahan di sini, meski bersamaan dengan kemarahan yang tumbuh membukit, serta dendam dan kebingunganku. Mungkin juga secuil harapanku. . _____________________ Warning: terdapat kata-kata kasar! Slow update

More details
WpActionLinkContent Guidelines