Wedangan Politik

Wedangan Politik

  • WpView
    Reads 1,648
  • WpVote
    Votes 165
  • WpPart
    Parts 51
WpMetadataReadComplete Thu, Apr 24, 2025
Narendra Wicaksono, jurnalis politik yang "terpaksa" pulang ke Solo setelah empat tahun mengasingkan diri di Jakarta. Di tahun politik 2014, kepulangannya membuka kembali tiga luka yang belum sembuh: hubungan retak dengan ayahnya yang stroke, kematian kakaknya yang tak pernah dibicarakan, dan Sekar-cinta pertama yang kini menjadi tim sukses Jokowi. Di tengah hiruk pikuk Pemilu dan pencalonan Jokowi sebagai presiden, Narendra harus menavigasi labirin politik lokal Solo sekaligus menghadapi politik keluarganya sendiri. Dari meja-meja wedangan hingga ruang redaksi Solopos, dari gang-gang sempit Laweyan hingga pertemuan tertutup tim relawan di Loji Gandrung-setiap sudut kota membangkitkan memori dan memaksanya menghadapi masa lalu. "Wedangan Politik" adalah kisah tentang pulang, memaafkan, dan menemukan kembali makna rumah di tengah panasnya situasi politik Indonesia 2014. Karena terkadang, untuk maju ke depan, kita harus berani menatap apa yang kita tinggalkan di belakang.
All Rights Reserved
#211
romancedrama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Obrolan Warkop Republik Konoha
  • SASHI
  • Setia Di Hati (Selesai)
  • INTUISI || ft. Tokuno Yushi
  • Sebuah Permulaan
  • Kemana Arah Pulang?
  • di bawah langit hindia
  • Tanah yang tak pernah diam

Di sebuah sudut warung kopi sederhana di Jakarta, tiga pria perantauan-Bayu si pengamat politik dadakan yang selalu penuh keresahan, Dimas si penengah logis dengan solusi damai, dan Joko si raja punchline yang bikin suasana adem-bertemu setiap malam sepulang kerja. Obrolan mereka bukan sekadar basa-basi. Mereka membahas isu-isu terkini di negeri ini-eh, maksudnya Konoha-mulai dari program makan bergizi gratis, revisi undang-undang, sampai persoalan rakyat kecil yang sering 'dimakan' oleh sistem. Dengan bahasa santai, sarkasme tajam, dan humor khas tongkrongan, series ini menyajikan kritik sosial dari sudut waras rakyat biasa yang masih punya mimpi, sekaligus perut yang belum tentu kenyang. Kalau kamu suka cerita yang bikin mikir tapi tetap ngakak, ini tempat yang pas buat duduk, ngopi, dan mikir bareng soal negeri tercinta... atau Konoha, istilah kerennya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines