Amor Eterno
  • WpView
    Reads 372
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Tue, Mar 3, 2026
"Lo mau hubungan kita jadi kayak apa, Harlen?" Qila menghentakkan tangan pria itu, lalu menoleh cepat dengan sorot mata tajam. Suaranya bergetar-bukan karena takut, tapi karena menahan amarah yang sudah terlalu lama disimpan. "Aku... aku pengin hubungan kita jadi lebih serius," jawab Harlen pelan, nadanya seperti memohon. "Serius?" Qila tertawa miris. "Serius kayak gimana? Kayak lo yang tiba-tiba udah punya tunangan tanpa bilang apa-apa ke gue?" Harlen terdiam, tak sanggup membalas. "Atau lo mau gue jadi simpanan, gitu? Tapi sayangnya, Harlen, gue bukan cewek murahan kayak gitu," lanjut Qila sambil memutar bola matanya, malas sekali menatap wajah pria di hadapannya. "Bukan gitu maksud gue..." Harlen mencoba meraih tangan Qila lagi, tapi kali ini pun langsung ditepis. "Gue capek dengar omongan lo yang manis-manis tapi ujung-ujungnya nyakitin. Lo bilang pengin serius? Lo bilang pengin perkenalin gue ke orang tua lo? Please, Harlen. Udah telat." "Qila, tolong dengerin dulu..." "Cukup." Qila menarik napas dalam-dalam, menahan emosi yang hampir meledak. "Ini terakhir kalinya kita ketemu. Setelah ini, gak akan ada lagi 'kita'. Gak sengaja ketemu pun, gue harap itu gak akan pernah kejadian. Gue muak liat muka lo." Langkahnya cepat, pergi meninggalkan Harlen yang masih berdiri mematung di tempat. Tapi Harlen belum menyerah. "Qila! Tunggu, dengerin dulu!" Namun Qila tetap berjalan, masuk ke dalam taksi yang sudah menunggunya di pinggir jalan. "Jalan, Pak," ucapnya pada sopir. Taksi pun mulai melaju. Dari kaca belakang, bayangan Harlen terlihat masih mengejarnya, berteriak, memanggil namanya. "QILAAAA!" Tapi Qila tak menoleh. Tatapannya lurus ke depan, seolah tak ada apa pun di belakang yang layak dilihat kembali. Dalam hati, ia berbisik, Maaf, Harlen... tapi kali ini aku benar-benar udah gak sanggup.
All Rights Reserved
#277
pembalap
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOVE STORY QIANARRA
  • ALGARA & ALTARA [End]✓
  • NADIRAEFAL
  • ketika senja menyapa
  • Kelas A [End]
  • Abu Abu [ completed ]
  • Psychopat [SELESAI]
  • Stay (Away)
  • Misi Kalisa (End)
  • Fierce Love

"DOR!!" "Kampret!!!" Pekik gue kaget. Gue membalikkan badan gue. "Ishhh! Elo lagi...elo lagi! Ngagetin aja sih lu?! Kalo gue jantungan gimana?!" Dengus gue. Dia tertawa, gue akui tawa nya manis banget, MELELEHHHH gueee... Tapi harus jaga image. "Tenang, kalo Lo perlu jantung, gue bakalan kasih jantung gue buat elo kok" ucapnya di selingi tawa.. Uh! Bisa aja ini anak buat gue deg-degan. "Gembel Mulu Lo!" Cibir gue. "Btw Lo kok masih disini? Sekolah udah sepi loh" ucapnya. "Suka-suka gue lah!" Ketus gue. "Yee. Di kasih tau ngeyel! Disini ada hantu nya loh.." Hantu?? Ishhh beneran? Gue takut anjir. "Yang bener Lo?" Ucap gue, gue rasanya udah merinding ini. Dia ngangguk. "Iya! Maka dari itu Lo harus pulang, pulang bareng gue yuk!!" Ajaknya. Ah si Jampang bisa aja modusnya. "Kampret! Lo mau modus atau gimana?!" Tanya gue. "Dua-duanya, tapi bener deh, disini nih angker, Lo ngerasa merinding gak?" ❣❣❣ "Gue tau rencana Lo! Dan gue harap, setelah rencana Lo selesai! Lo jadian sama gue!" Ha? ***** Kisah cinta Qearin dengan beberapa cowok, Serta perjuangan Qearin untuk mengembalikan keceriaan Sahabat nya

More details
WpActionLinkContent Guidelines