CLARA
  • WpView
    LECTURAS 575
  • WpVote
    Votos 38
  • WpPart
    Partes 17
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, jun 20, 2025
Prolog - Clara Ada nama yang masih kusebut diam-diam dalam doa. Bukan karena aku belum bisa melupakan, tapi karena aku belum benar-benar bisa mengikhlaskan. Namanya Clara. Dia bukan cinta pertama, tapi dia yang membuatku yakin untuk berhenti mencari. Dalam senyumnya, aku temukan pulang. Dalam genggamannya, aku percayakan masa depan. Tapi kadang, sekeras apapun kita ingin, semesta tetap punya cara sendiri untuk mengakhiri. Kami tidak berpisah karena berhenti mencinta. Kami hanya kalah oleh keadaan yang tak berpihak, oleh kenyataan yang lebih kejam dari rencana-rencana kecil kami. Lucu, ya? Cincin yang sempat kupilih dengan tangan gemetar itu, kini hanya jadi kenangan diam dalam laci. Ia tak pernah sampai ke jarimu, karena kita terlalu sibuk meyakinkan orang lain, hingga lupa menjaga apa yang sudah kita punya. Clara, kalau suatu hari kamu membaca ini, aku ingin kamu tahu aku tidak pernah menyalahkanmu. Dan meski kini jalan kita tak lagi sama, aku tetap mendoakanmu dengan cara paling sunyi, paling setia, dan paling patah.
Todos los derechos reservados
#540
2025
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Mengukir sukacita sesaat, lukacita selamanya
  • CLOSER
  • ELEGI ASMARA
  • SASHI
  • [END] When the Stars are Tired
  • Mencintaimu Dalam Diam     (On Going)
  • Asmara Jingga (Tamat)
  • TOO LATE TO FORGIVE YOU | ✔ | FIN
  • Kamu [SELESAI]✔
  • Wrong Dream

#unattainedloveseries-1 Sekarang, aku bisa bernapas lega. Aku tidak lagi meraba-raba perasaan apa yang masih bersemayam dihatiku. Aku bisa membuka lembaran baru. Ternyata, kamu hanya berniat singgah di saat aku ingin menetap. Sama seperti kegiatan CSR kita di desa ini. Hanya sementara, namun membekas selamanya. Hanya sebentar, namun dikenang selamanya. Dan ternyata, maksud dari perkataanmu 'jalanin dulu' adalah, kamu ingin membandingkanku dengannya. Kamu ingin mencari yang terbaik, namun, tidak dapat memilih. Kamu menginginkan aku dan dia. Kamu tidak ingin kehilangan dan tidak ingin mengulanginya dari awal. Sampai akhir pun, kamu tidak berusaha memperbaikinya. Kamu tidak berusaha meminta maaf. Kamu juga tidak berusaha untuk menjelaskannya. Dan yang lebih membuatku kecewa adalah...kamu tidak pernah menganggap aku benar-benar ada. Terima kasih untuk kenangan manis dan pahitnya. Aku cukupkan segalanya disini.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido