CLARA
  • WpView
    Reads 589
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 20, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Prolog - Clara Ada nama yang masih kusebut diam-diam dalam doa. Bukan karena aku belum bisa melupakan, tapi karena aku belum benar-benar bisa mengikhlaskan. Namanya Clara. Dia bukan cinta pertama, tapi dia yang membuatku yakin untuk berhenti mencari. Dalam senyumnya, aku temukan pulang. Dalam genggamannya, aku percayakan masa depan. Tapi kadang, sekeras apapun kita ingin, semesta tetap punya cara sendiri untuk mengakhiri. Kami tidak berpisah karena berhenti mencinta. Kami hanya kalah oleh keadaan yang tak berpihak, oleh kenyataan yang lebih kejam dari rencana-rencana kecil kami. Lucu, ya? Cincin yang sempat kupilih dengan tangan gemetar itu, kini hanya jadi kenangan diam dalam laci. Ia tak pernah sampai ke jarimu, karena kita terlalu sibuk meyakinkan orang lain, hingga lupa menjaga apa yang sudah kita punya. Clara, kalau suatu hari kamu membaca ini, aku ingin kamu tahu aku tidak pernah menyalahkanmu. Dan meski kini jalan kita tak lagi sama, aku tetap mendoakanmu dengan cara paling sunyi, paling setia, dan paling patah.
All Rights Reserved
#291
series
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • Mencintaimu Dalam Diam     (On Going)
  • [END] When the Stars are Tired
  • CLOSER
  • Rendra & Lila [END]
  • Narasi patah hati
  • When his name is
  • Mengukir sukacita sesaat, lukacita selamanya
  • Wrong Dream

Kamu tidak perlu khawatirkan Do'aku. Karena saat aku tahu bahagiamu adalah dia, semuanya sudah menjadi kerelaan yang sudah aku ikhlaskan🥀 _ Bagaimana rasanya jika kita terus terfokus pada satu nama, yang selalu menjadi aamiin paling serius disetiap untaian Do'a? Pada satu nama, yang menjadi alasan kuat untuk terus bernegosiasi dengan Tuhan, disepertiga malam? Sampai akhirnya, kita berada dititik dimana, apapun yang terjadi, terjadilah. Karena kini, tidak ingin lagi memaksa Tuhan, tapi hanya ber'doa diberi kebaikan, sesuai Ilmunya, sesuai kebijaksanaannya. Hingga sampai pada dua pilihan terakhir, apakah harus berhenti menunggunya sekarang? Atau harus bersabar lagi, sedikit lebih lama? _ Cerita ini akan mengisahkan Petualangan cinta, yang penuh dengan kesabaran. Silahkan ikuti setiap alurnya, dan rasakan saja bagaimana kisah cinta mereka!

More details
WpActionLinkContent Guidelines