Luka lama Aellencie Briskyara

Luka lama Aellencie Briskyara

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing9m
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 14, 2025
"I proud of you, babe." "Iya cantik, ngga percaya nih?" "Kalau semisal aku ngga ada jangan keseringan nangis, ngga baik buat kesehatan tubuh, oke?" Potongan demi potongan memori teringat dibenak gadis bernama Aellencie Briskyara, gadis yang 4 bulan belakangan ini selalu murung dan napsu makannya hilang, akibat kekasihnya yang mengalami kecelakaan dan berakhir meninggal dunia. "Ck, Dhav, dunia lucu banget ya? Kita udah ngga bisa nyatu, eh malah kamunya diambil sama Tuhan kamu, emang definisi kita bener-bener ngga bisa nyatu, tapi seenggaknya aku emang beneran cinta pertama dan terakhir kamu."
All Rights Reserved
#3
berbeda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TAKDIR TERINDAH
  • Suami Yang Hilang
  • [C] Beneath His Gentle Lies
  • Jangan Berpaling Dariku
  • Bestfriend In Love
  • Anvaya
  • Coffe Latte
  • By chance, again

Under Tengku Series 𝐈𝐈 SPIN-OFF DIA BIDADARIKU π“π„ππ†πŠπ” ππ€π˜π‘π€π„π‹ 𝐀𝐑𝐃𝐄𝐍 - Hampir lima tahun menetap di Australia disebabkan pengajiannya di peringkat PhD, baru hari pertama menjejakkan kaki ke negara asalnya, dia sudah ditimpa kemalangan yang tanpa diminta terjadi. "Mata bukan main cantik, tapi sayang letak kat kepala lutut. Aku yang besar gedabak ni tak nampak?" Hambur lelaki itu kasar. ππ”π“π„π‘πˆ 𝐀𝐑𝐃𝐄𝐀𝐍𝐍𝐀 - Seorang gadis berkacukan Itali itu sememangnya menjadi sasaran utama buat para lelaki yang menginginkan teman wanita kerana rupa parasnya. Lelaki umpama kacang ditangannya sehingga takdir mempertemukan dia dengan seorang jejaka bermata hazel yang sukar untuk didekati. "Heyy! Awak yang jalan tak tengok belakang depan! Lain kali kalau dah tahu diri tu mengalahkan gajah, tengoklah kanan kiri!" ππ”π“π„π‘πˆ 𝐀𝐑𝐃𝐄𝐀𝐍𝐍𝐀. Pertemuan mereka singkat, tetapi memori itu yang berharga, apa yang berlaku harini takkan mungkin sama dengan hari esok. Dan disebabkan itu mereka berdua menikmati waktu yang ada untuk bergaduh dan mencipta memori indah. Untuk menghalalkan mudah, tetapi untuk mengecapi bahagia itu sukar tatkala si ibu tiri mula mengambil bahagian dalam kisah mereka. Bahagia yang dulunya mereka rasai perlahan - lahan ditarik sedikit demi sedikit tanpa sempat mereka mengucapkan selamat tinggal. "Kalau itu yang Dea nak abang tak kisah, tapi jangan datang semula pada abang." π“π„ππ†πŠπ” ππ€π˜π‘π€π„π‹ 𝐀𝐑𝐃𝐄𝐍. Mampukah mereka mengenal erti bahagia itu sekali lagi? Atau bahagia yang mereka kecapi itu hanyalah sementara? "Bahagia bukan tentang bersama, tetapi tentang rasa. Kalau bersama tapi tak bahagia tiada guna juga." ππ”π“π„π‘πˆ 𝐀𝐑𝐃𝐄𝐀𝐍𝐍𝐀.

More details
WpActionLinkContent Guidelines