Minimarket Di Balik Jeruji

Minimarket Di Balik Jeruji

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 14, 2025
Pertama kali kerja? Deg-degan itu udah pasti. Tapi nggak semua orang punya pengalaman kerja pertama di... minimarket dalam lapas. Namaku R, baru aja lulus sekolah dan nekat nyari kerja. Dapetnya? Shift pagi di minimarket kecil yang letaknya... tepat di dalam area lembaga pemasyarakatan. Keren? Bentar dulu. Setiap hari adalah kejutan. Pelanggannya bisa narapidana, sipir, bahkan kadang-kadang... lo nggak yakin itu pelanggan atau cameo dari sinetron kriminal. Partner kerjanya juga kayak cast film indie-unik, absurd, tapi somehow jadi keluarga. Kerja di sini bukan cuma soal scan barcode dan ngejaga etalase. Tapi juga soal ngejaga akal sehat, ketawa pas udah pengin nangis, dan belajar kalau kadang, tempat paling nggak biasa justru bisa ngasih pelajaran paling luar biasa.
All Rights Reserved
#61
dramakomedi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • My Duchess / End
  • Ayesha Transmigration
  • Araleya Titik Temu Semesta (COMPLETED)
  • Stay Alive [TAMAT]
  • 9 to 5 & 9 Masalah

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines