Luka yang Tak Pernah Usai

Luka yang Tak Pernah Usai

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Mon, Apr 14, 2025
Sejak kecil, Haruna selalu jadi "yang paling belakang." Tak pernah dipilih, tak pernah dianggap. Di balik tawa yang mereka sebut "aneh", ada hati yang hanya ingin diterima. Ia tumbuh dengan tubuh yang dihina, suara yang diabaikan, dan kehadiran yang dianggap beban. SD penuh sunyi, SMP penuh ejekan-dan saat dewasa pun, luka-luka itu tetap membekas. Ini bukan kisah gadis sempurna. Ini kisah seorang Haruna yang hancur berkali-kali... tapi tetap hidup, meski tak pernah benar-benar disembuhkan
All Rights Reserved
#524
mentalhealth
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • Naura & Lukanya
  • NAURA
  • RAKA
  • Insecure [REVISI]
  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • MEMELUK LUKA [END]
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • CAHAYA DI BALIK LUKA [END]

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines