Seraphina dan Monster Laut

Seraphina dan Monster Laut

  • WpView
    Reads 556
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadComplete Mon, Apr 28, 2025
Di balik kabut Laut Hitam yang dipenuhi legenda mengerikan, berdiri Kastil Duckeira-tempat seorang putri bangsawan hidup terkurung sepanjang hidupnya. Seraphina Duckeira tidak pernah melihat dunia luar. Tubuhnya lemah, hidupnya dibatasi tembok kastil, dan kesepian menjadi satu-satunya teman yang ia kenal. Sampai suatu malam... Ayahnya membawa pulang makhluk aneh dari dasar Laut Hitam. Seorang merman misterius bernama Elior. Awalnya, Elior hanyalah "monster laut" yang disimpan dalam akuarium raksasa sebagai hadiah untuk Seraphina. Namun perlahan, kehadiran makhluk dingin dan pendiam itu mengubah dunia kecil Seraphina menjadi penuh warna. Di tengah rahasia kerajaan bawah laut, kutukan Laut Hitam, dan ancaman penyihir laut yang membenci cinta- hubungan mereka tumbuh menjadi sesuatu yang lebih dalam dari sekadar dongeng. Sebuah kisah romantis fantasi tentang kebebasan, lautan, dan cinta pertama yang mampu mengubah takdir. Cerita ini sudah Selesai 🌼
All Rights Reserved
#156
merman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dalam Diam, Aku Menjagamu
  • THE DUKE'S OBSESSION
  • Pain of the Slayer
  • Elementum
  • Antara Dendam dan Cinta
  • the lost chapter
  • Ternyata Kita Tetangga (Completed)
  • ELZEAN [On Going]
  • saat dunia menolak, kau datang seperti senja

Malam merangkak pelan, membawa serta dingin yang menembus sampai ke tulang. Di luar jendela tua itu, hujan turun perlahan seperti mengenali duka yang belum sempat pulih. Dan di dalam ruangan itu, ia duduk-diam, namun tidak tenang. Arlya Dhevani. Perempuan dengan tatapan setegar karang, namun menyimpan luka seperti lautan dalam. Tidak ada pelukan yang pernah ia minta, tidak ada bahu yang ia harapkan. Ia membiasakan diri untuk menjadi utuh sendirian, sebab dunia tak pernah benar-benar ramah pada hati yang lemah. Tiga tahun lalu, seseorang merenggut kenyamanan hidupnya. Sejak itu, ia menanam prinsip: jangan percaya siapa pun. Maka ketika semua orang menyerah padanya, Arlya bangkit. Dengan tangan sendiri, ia bangun dinding yang tak terlihat. Satu-satunya yang tersisa kini adalah dirinya sendiri-dan dendam yang ia lipat rapi dalam dada. Tapi di sisi lain kota, seorang pria berdiri di balik kabut jendela. Matanya memandangi rumah sederhana itu. Tidak pernah sekalipun ia mendekat. Tidak pernah sekali pun ia bicara. Namun, tidak juga ia pergi. Ia hanya berdiri-di sana-dalam diam. Menjaga. Mendoakan. Mengintai dari bayangan. Dan jika Arlya tahu bahwa dia masih hidup... apa yang akan ia lakukan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines