We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Seraphina dan Monster Laut

Seraphina dan Monster Laut

  • WpView
    Reads 822
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadComplete Mon, Apr 28, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Happy Ending
Romantic Comedy
First Love
Di balik kabut Laut Hitam yang dipenuhi legenda mengerikan, berdiri Kastil Duckeira-tempat seorang putri bangsawan hidup terkurung sepanjang hidupnya. Seraphina Duckeira tidak pernah melihat dunia luar. Tubuhnya lemah, hidupnya dibatasi tembok kastil, dan kesepian menjadi satu-satunya teman yang ia kenal. Sampai suatu malam... Ayahnya membawa pulang makhluk aneh dari dasar Laut Hitam. Seorang merman misterius bernama Elior. Awalnya, Elior hanyalah "monster laut" yang disimpan dalam akuarium raksasa sebagai hadiah untuk Seraphina. Namun perlahan, kehadiran makhluk dingin dan pendiam itu mengubah dunia kecil Seraphina menjadi penuh warna. Di tengah rahasia kerajaan bawah laut, kutukan Laut Hitam, dan ancaman penyihir laut yang membenci cinta- hubungan mereka tumbuh menjadi sesuatu yang lebih dalam dari sekadar dongeng. Sebuah kisah romantis fantasi tentang kebebasan, lautan, dan cinta pertama yang mampu mengubah takdir. Cerita ini sudah Selesai 🌼
All Rights Reserved
#190
merman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cermin Ke Dunia Aetheria
  • saat dunia menolak, kau datang seperti senja
  • Pain of the Slayer
  • Ternyata Kita Tetangga (Completed)
  • THE DUKE'S OBSESSION

Raina, gadis 16 tahun dengan rambut sebahu dan tatapan selalu penasaran, berdiri terpaku di depan rumah tua yang diwarisi dari neneknya. Bangunan itu berdiri seperti bangkai raksasa di tengah desa kecil bernama Windmere, penuh dengan tanaman rambat dan cat yang mengelupas. Tapi yang paling menarik perhatian Raina bukan dindingnya, melainkan cermin besar di loteng, berbingkai perak dengan ukiran aneh seperti simbol bintang, mata, dan akar pohon. "Aneh... kenapa cermin ini dingin sekali, padahal lotengnya panas," gumam Raina, meletakkan tangannya di permukaannya. Begitu jari telunjuknya menyentuh simbol di sudut kanan atas, udara di sekitarnya bergelombang. Cermin itu bersinar lembut biru, dan permukaannya mulai berputar seperti pusaran air. Sebelum Raina sempat mundur, sebuah suara terdengar di dalam kepalanya: "Pewaris Cahaya, waktumu telah tiba." Dan dalam sekejap, tubuhnya tersedot ke dalam pusaran itu. Raina terjatuh di atas rerumputan ungu dan langit jingga - dunia asing yang tampak seperti mimpi dan mimpi buruk bersatu. Makhluk bersayap perak melayang di udara. Pohon-pohon berbisik. Di kejauhan, berdiri sebuah menara kristal yang memancarkan sinar ke langit. "Selamat datang di Aetheria," kata seorang anak laki-laki sebaya yang tiba-tiba muncul di sampingnya. "Kami sudah menunggumu selama dua abad."

More details
WpActionLinkContent Guidelines