Story cover for Unscripted : Us Behind the Roles? by nzrawriter_
Unscripted : Us Behind the Roles?
  • WpView
    LECTURES 35
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Chapitres 2
  • WpView
    LECTURES 35
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Chapitres 2
En cours d'écriture, Publié initialement avr. 15, 2025
[A True Story in Virtual Version]

"Kita memang nyata, namun kita tidak tahu apakah katanya benar-benar ada."

Jeda telah usai, namun kisahnya baru saja dimulai. Setelah dia kembali, Greyzia berharap keadaan akan kembali seperti semula-stabil, ringan dan rapi. Ternyata dirinya salah, justru semuanya terasa asing.

Sebuah dilema merayap dalam benaknya, tentang keraguan untuk melepas atau mempertahankan. Dengan fakta-fakta yang perlahan bermunculan menguji kesabaran dan kepercayaan seolah hanya alibi yang bersembunyi di balik layar.

Lalu di antara peran yang perlahan memudar, Greyzia mulai mempertanyakan-ini benar atau hanya permainan di atas panggung sandiwara? Bagaimana jika yang seharusnya tidak ada justru menjadi tempatnya berpulang?

---

Start : 15 April 2025 | 5 Mei 2025
Finish : -
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Unscripted : Us Behind the Roles? à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#141kebersamaan
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
ALZEA : FEATURED SOULS, écrit par _catherineee_
22 chapitres En cours d'écriture
Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Menurut lo, orang rusak kayak kita... masih bisa jatuh cinta?" Algesa memalingkan wajah, menatap langit yang retak oleh awan gelap. "Gue nggak tau. Tapi kalau bisa... mungkin gue udah." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 9
ALZEA : FEATURED SOULS cover
FADE SYMPHONY | SIYOO cover
The Secret That Makes Me Grow [END] cover
TRAUMA ; Ingatlah Atau Lupakan cover
BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End) cover
D-I-M-E-N-S-Y 2030 cover
Mythology Universe (1) : HIRAETH cover
30 Hari Menepi | END cover
Destiny ✓ cover

ALZEA : FEATURED SOULS

22 chapitres En cours d'écriture

Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Menurut lo, orang rusak kayak kita... masih bisa jatuh cinta?" Algesa memalingkan wajah, menatap langit yang retak oleh awan gelap. "Gue nggak tau. Tapi kalau bisa... mungkin gue udah." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee