Unscripted : Us Behind the Roles?

Unscripted : Us Behind the Roles?

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 6, 2025
[A True Story in Virtual Version] "Kita memang nyata, namun kita tidak tahu apakah katanya benar-benar ada." Jeda telah usai, namun kisahnya baru saja dimulai. Setelah dia kembali, Greyzia berharap keadaan akan kembali seperti semula-stabil, ringan dan rapi. Ternyata dirinya salah, justru semuanya terasa asing. Sebuah dilema merayap dalam benaknya, tentang keraguan untuk melepas atau mempertahankan. Dengan fakta-fakta yang perlahan bermunculan menguji kesabaran dan kepercayaan seolah hanya alibi yang bersembunyi di balik layar. Lalu di antara peran yang perlahan memudar, Greyzia mulai mempertanyakan-ini benar atau hanya permainan di atas panggung sandiwara? Bagaimana jika yang seharusnya tidak ada justru menjadi tempatnya berpulang? --- Start : 15 April 2025 | 5 Mei 2025 Finish : -
All Rights Reserved
#85
kebersamaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALZEA : FEATURED SOULS
  • 𝐃𝐄𝐀𝐓𝐇 𝐋𝐔𝐑𝐊𝐒
  • [S1] Parallel Lies
  • FADE SYMPHONY | SIYOO
  • Mythology Universe (1) : HIRAETH
  • Hidden Resonance
  • Dunia itu Sempit (SUDAH TERBIT)

Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Kenapa... lo nolongin gue?" tanyanya lirih, tubuhnya gemetar tak hanya karena dingin, tapi juga karena luka yang terlalu lama disimpan. Algesa menatapnya lama, diam tanpa ekspresi. Petir menyambar di kejauhan, memperjelas gurat tajam di wajahnya yang basah. Tapi kemudian sudut bibirnya terangkat, membentuk seringai kecil, dingin, ambigu, tapi entah mengapa terasa jujur. "Mungkin karena gue suka ngerusak hal-hal yang hampir rusak." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee

More details
WpActionLinkContent Guidelines