37 parts Complete Tabriz, Abad 12 Masehi. Kota itu pernah bersinar sebagai pusat kebudayaan dan peradaban Persia. Namun kini, di bawah bayang-bayang kekuasaan Mongol, ia menjadi kota bisu. Tak ada lagi azan di langitnya, tak ada lagi pasar yang riuh oleh tawa rakyatnya. Yang tersisa hanyalah reruntuhan dan kenangan.
Di tengah puing-puing itu, Faris, seorang mata-mata dan mantan prajurit Khawarizm, kembali. Ia bukan lagi lelaki yang dulu penuh amarah dan harapan. Dikhianati kawan, kehilangan istri tercinta, dan menyaksikan bangsanya dihancurkan, Faris memilih berjalan dalam kesunyian. Ia menyusup ke kota-kota Mongol, menjadi bayangan yang hanya mengamati-sampai akhirnya ia sadar bahwa diam takkan menyelamatkan siapa pun.
"TABRIZ, 1255 Masehi" adalah kisah tentang kehilangan dan harapan, dendam dan kebijaksanaan, serta cinta yang tak pernah mati terhadap tanah air. Sebuah narasi menyentuh tentang bagaimana satu lelaki tua yang hancur mampu menyalakan api kecil-yang kelak akan membakar seluruh malam.