G 17 || tahap Revisi

G 17 || tahap Revisi

  • WpView
    Reads 1,673
  • WpVote
    Votes 553
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadComplete Thu, May 15, 2025
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Crime
Culture and Identity
Mystery
Tamat!! Mereka bukan hanya sekadar siswa. Mereka adalah eksperimen hidup, senjata, dan ancaman. Lucas Axelio tidak pernah meminta untuk menjadi bagian dari Proyek G17-eksperimen rahasia yang merekrut anak-anak berbakat dari seluruh negeri. Bersama Zorion, Nayla, dan Yuka, mereka dilatih, dimodifikasi, dan dilemparkan ke dunia yang penuh konspirasi, pengkhianatan, dan darah. Ketika satu demi satu rahasia proyek mulai terungkap, keempatnya sadar, mereka bukan penyelamat. Mereka adalah ancaman terbesar. Di balik dinding sekolah elite Garuda Persada, tersembunyi kebenaran yang bisa menghancurkan dunia. Dan hanya mereka yang bisa menghentikannya. Tapi dalam dunia yang dikendalikan oleh ilusi, satu peringatan selalu membayangi mereka. "Jangan percaya siapapun."
All Rights Reserved
#3
ceritapembunuhan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Angkasa (Forget Me Not)
  • The Hidden Line - Panah, Password, dan Pengkhianatan.
  • [✓] Four Geniuses
  • Respice Me
  • THE MYSTERIOUS SCHOOL
  • TARTARUS (END)
  • LOUNGE OF PANDORA HIGH SCHOOL [ On Going ]

"Bunganya udah layu, Sa. Yakin mau dibeli? Nanti sampai rumah juga mati." "Gak apa-apa. Gw pastiin bunga ini gak akan mati. Layu bukan berarti mati, kan? Gw bakal rawat bunga ini... terus kasih ke Ayah." Ia tidak memilih mawar, tak pula melati. Hanya bunga kecil yang nyaris mati-seperti dirinya sendiri. Hari demi hari, ia rawat bunga itu seakan sedang menjaga harapan yang hampir padam. Rapuh, tapi belum sepenuhnya punah. Namun di Hari Ayah, harapan itu kembali layu. Bunga itu ditolak, bahkan sebelum sempat menyampaikan maksudnya. Dan malam itu... ia tak pernah pulang. Namun nyatanya, Tuhan itu adil. Setelah semua luka, setelah semua kejatuhan... Tuhan menghadirkan satu suara-yang tak menghakimi, tak pula menuntut. Hanya berkata pelan: "Sama gw, Sa. Sama gw terus. Kalo boleh berharap, semoga suatu hari nanti gw bisa jadi alasan lo buat pulang." Angkasa (last flower) "Forget me not" Warning ⚠️ Thriller × Angst × Crime !!! Cerita ini mengandung unsur thriller yang menegangkan, serta banyak adegan kekerasan, darah, kriminalitas, dan teka-teki. Harap bijak dalam memilih bacaan. ‼️⚠️

More details
WpActionLinkContent Guidelines