Praveen
  • WpView
    Reads 1,478
  • WpVote
    Votes 1,115
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadComplete Thu, Jun 12, 2025
Bughhh bughhh "Pergi bangsatt" "pergi lu semuaaa sebelum gue bunuh lu satu satu...!! " peringat nya dengan suara keras disertai tatapan mata yang menggelap. Seorang cowok berbadan tinggi tegap tampak membenarkan dasi nya setelah menghajar beberapa orang bertopeng itu. Ia mengelap sedikit keringat yang mengalir di sudut kening nya lalu mengguyur rambut nya kebelakang. Ia beralih menatap gadis yang memeluk lutut nya ketakutan di samping jalan. "Gapapa, mereka udah pergi" ucapnya mengelus surai gadis yang tak ia kenal dihadapan nya. "takutt... " cicit nya. "Butuh pelukan? " Praveen menaikkan alis nya menatap gadis di hadapan nya. Dengan air mata yang masih mengalir gadis itu langsung berhamburan ke pelukan nya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Harapan Bunga Terakhir
  • Kookie and Taetae 2 || KookV ✓
  • PELANGI
  • Chance Of Love | 2 ✔
  • My Girl ( END )  Kookv Gs
  • Summer Love; eunkook[✔]
  • Fake Love ✓ [TERBIT]

"abang!... aku dapet penghargaan loh" Teriak gadis Kecil mengejar lelaki dewasa didepannya lelaki yang di panggil abang itu hanya merespon delikan mata "abang mau kemana?,, " "ara ikut ya" mata itu menyorot tajam bak elang yang akan membunuh gadis mungil yang berdiri di depannya "lo!... bisa DIEM gak!!!.. " Bulir airmata menggenang di pelupuk iris mata terangnya "ta'ap'i.. ara.. " "shitt' diem." dengan sorot tajam menahan amarah suara itu kembali membuat gadis itu bungkam bersamaan dengan jatuhnya bulir bulir airmata yang dipendam gadis Kecil itu. ⋆ ˚。୨୧˚˚୨୧。˚ ⋆ ' Menyerah ' Satu kata yang slalu berkeliaran dipikiran nya, apakah ia harus menyerah pada titik ini?? sedangkan ribuan pertanyaan Dan harapan masih setia bersemayam dipikiran nya Tidak adil baginya yang tidak tahu menahu titik permasalahanya tapi mengapa ia yang mendapat kesialan ini, satu kata yang slalu tertanam " PEMBUNUH " itulah kata yang slalu orang orang lemparkan pada diri nya... Gadis Kecil yang dulu slalu mengharapkan kasih sayang walau sekedar pelukan, nyatanya itu tidak ia dapatkan sampai kini ia kokoh berdiri sendiri menatap hamparan bintang dilangit dengan tatapan sendu, akankah semesta mendukung nya? _ apakah gadis Kecil itu bisa mewujudkan harapannya? .. _ Atau ia akan kalah akan takdir yang seolah tidak mendukung keinginan nya ? • • • _plagiat dilarang mendekat_ Dilarang garis besar Murni cerita sendiri tanpa Ada campur cerita lain Tahap revisi..... @meesyaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines