Tiga tahun lalu, di malam musim dingin yang beku, lonceng Aurelith Academy berdentang empat belas kali dua kali lebih banyak dari seharusnya. Keesokan paginya, empat belas siswi penghuni Dorm Asteria menghilang tanpa jejak. Tidak ada tubuh, tidak ada saksi, hanya gema dentang terakhir yang tak pernah berhenti di telinga para guru dan murid yang tersisa.
Kini, ketika dorm itu dibuka kembali, empat belas siswi baru menempatinya sebagian wajah lama, sebagian asing.
Di antara mereka ada Catherina, atau Erine, gadis 17 tahun yang dikirim secara diam-diam oleh Divisi Investigasi Khusus untuk menyelidiki tragedi itu. Tapi semakin lama ia tinggal, semakin ia sadar bahwa misteri ini tidak dimulai dari luar, melainkan dari dirinya sendiri.
Lonceng kembali berdentang di malam hari.
Foto-foto lama muncul di kamar yang seharusnya kosong.
Dan di ujung lorong, sesosok gadis berambut panjang dengan pita merah Ketika batas antara masa lalu dan masa kini mulai kabur, satu hal menjadi jelas:
di Aurelith Academy, setiap dentang menandai jiwa yang belum bebas.
Dan sebelum lonceng ke-15 berdentang, kebenaran akan menelan siapa pun yang berani mendengarnya.
Arunika Sandyakala, gadis 22 tahun yang tengah menikmati healingnya di Italia, tepatnya di kota Roma, harus bernasib sial karena tiba-tiba diculik oleh beberapa pria berbadan besar dan di sekap di ruang bawah tanah.
Dia mengumpati nasib sial yang menimpanya. Kenapa harus berakhir sial menjadi tawanan salah tangkap?
Bukannya takut hidupnya berakhir begitu saja di hadapan pria yang menjadi ketua Mafia terbesar di daratan Eropa itu, Arunika malah mengumpati pria pertengahan 30 tahun itu sejadi-jadinya.
Matteo, pemimpin Mafia terkenal di daratan Eropa itu cukup takjub dengan gadis yang mengaku korban salah tangkap oleh bawahannya.
Dia cukup takjub dengan keberanian Arunika yang meludahinya sembari mengumpat dengan suara melengking khas gadis itu, membuat telinganya pengang selama beberapa detik.
"Kau salah tangkap bajingan! Lagi pula untuk apa aku menjadi mata-mata Mafia mu? Not my style sekali, tuan!"
•••
This is my first story, don't plagiaze it!