1001 kenangan di villa (OG)

1001 kenangan di villa (OG)

  • WpView
    LECTURAS 67
  • WpVote
    Votos 10
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, jun 20, 2025
angin bertiup kencang di tepi pantai. suasana hangat disertai senja yang indah. sungguh, kata kata itu benar benar mendeskripsikan villa dengan seribu satu kenangan yang tak tergantikan. "villa ini adalah tempat dimana kita akan melukiskan kenangan kita bersama" . . . . . . . . . . . . WARNING!! •cerita ini hanya lah sebuah cerita karangan author dan teman sekelas author •slow update •no copy •alur cerita berbeda 180° sama deskripsi, jadi kalau ngga suka skip aja •ada kata kata yang kurang mengenakkan •tidak menerima hate command •typo! •menerima saran apapun itu kalau penasaran silahkan baca cerita ini
Todos los derechos reservados
#66
villa
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Puja Puji Palsu
  • cerita apa ajh
  • Kita Yang Masing Masing
  • With You
  • Daily Live Author's ( irl )
  • Ferrell Harland Natio
  • Senandika Hati
  • Belenggu Bayang Niskala
  • Iam jasmine kirana

Di dunia ini, ada dua jenis pujian: Yang bikin senyum tulus... dan yang bikin kamu pengin mandi tujuh kali, pakai air es, biar hilang semua bekas malunya. Buku ini jelas bukan tentang yang pertama. Ini tentang janji yang mudah diketik tapi berat dikirim. Tentang cinta yang datangnya cepat, perginya lebih gesit. Tentang rindu yang dinyalain lampu hazard-berkedip terus, tapi mobilnya parkir di tempat yang sama. Baca buku ini kalau kamu pernah: • Dibilang, "Kamu beda..." tapi akhirnya ditinggal karena, "Aku butuh yang lebih sama." • Dipuji setinggi langit, lalu langsung ditarik tagihan, "Eh, transferan udah masuk belum?" • Dikasih harapan hidup oleh satu kalimat manis, lalu dikeplak kenyataan dalam tiga detik dengan, "Tapi, ya gitu deh..." Puisi-puisinya manis di awal, pedih di tengah, dan bikin meringkuk di kamar mandi sambil nanya ke shower, "Kenapa hidup begini-begini aja, ya?" Karena pada akhirnya, yang palsu itu memang paling indah saat diucapkan... dan paling tajam saat coba dilupakan.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido