Diikat mama tiri

Diikat mama tiri

  • WpView
    Reads 8,552
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 15, 2025
Bag 1 ( Diikat mama ) Perkenalkan namaku Kiki aku tinggal bersama ibu dan kakaku bernama Hesti. Aku masih sekolah kelas 6 SD,sedangkan kakakq Hesti kelas 3 SMA. Ibuku seorang janda semenjak ayahku pergi ntah kemana.
All Rights Reserved
#74
diikat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HIGH SCHOOL ( END ).
  • Yesterday Lies
  •           baby Toya
  • High School Love Story [Short Story]✔️
  • Pelangi yang Telah Lama Hilang
  • Mengikat Hati [✓]
  • Nada (End/Completed)
  • Oddly Coupley (Complete)
  • Mahaputra's Little Wifey (Revisi)
  • CINTA KARENA CINTA ❤️

Hay!!! Namaku Kamila, lengkapnya Kamila Anastasya Wijaya. Aku lahir di Kota Jakarta,kota metropolitan.Aku hidup dengan keluarga yang sederhana, semuanya serba berkekurangan. Namun kami mencoba untuk tetap mensyukurinya. Ayahku bernama Fiandani Purnama Wijaya,dan kami sering memanggil dia dengan sebutan papa Pian.Namun orang-orang sering memanggilnya bapak Fian. Ibuku bernama Modesta Pertiwi, namun kami sering memanggilnya mama Modesta orang-orang pun sering memanggil ibuku seperti itu. Aku juga memiliki 2 o rang saudara dan saudari kandung, yaitu seorang kakak perempuan bernama Amelia Claudianti Wijaya yang biasa dipanggil Kaka Amel dan adik laki-lakiku bernama Armando Julio Wijaya. Aku sangat bahagia memiliki mereka. Aku bersekolah di SMA Merah Putih, setelah aku lulus dari SMP Pelita Harapan. "Eh,,eh,, loe ngapain,,, awas ya kalo loe macam-macam" aku menjadi sangat ketakutan sembari melangkah mundur. "Udah diam ajah" ketusnya sembari terus membuka kancing kemejanya dan perlahan-lahan berjalan mendekatiku, sehingga aku tak bisa kemana-mana karena tubuhku telah bersandar pada sebuat tembok gerbang sekolah. Aku pun tak mampu berbuat apa-apa. "Eh loe mau ngapain,,, ehh jangan macam-macam ya,, gue teriak ni" ketusku dengan suara yang agak keras sembari menunjuk-nunjuknya dengan mata melotot dan wajah penuh kegelisahan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines