MENYUKAI TEMAN SEANGKATAN

MENYUKAI TEMAN SEANGKATAN

  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 18, 2025
FOLLOW SEBELUM MEMBACA ⚠️ Kehidupan Alfarisi Danendra dan Alya Maharani Di balik kesibukan sekolah dan tumpukan tugas , tumbuhlah sebuah perasaan yang tak terduga antara Farisi dan Alya -dua teman seangkatan yang awalnya hanya saling berbagi obrolan ringan dan kerja kelompok. Keduanya tidak pernah menyangka bahwa kebersamaan yang sederhana bisa menumbuhkan rasa nyaman dan ketertarikan yang dalam. Namun, ketika perasaan mulai berubah menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar persahabatan, muncul pula keraguan: haruskah mereka melangkah lebih jauh, atau menjaga yang sudah ada? Cerita ini menggambarkan dinamika emosional antara dua murid yang belajar mengenal arti kedekatan, keberanian untuk jujur pada perasaan, dan pentingnya menjaga hubungan agar tetap sehat dan berarti. Dengan suasana sekolah sebagai latar, kisah ini menyuguhkan perjalanan hati yang pelan tapi dalam-tentang dua orang yang berusaha menemukan tempat satu sama lain, tanpa terburu-buru dan tanpa kehilangan jati diri.
All Rights Reserved
#310
adult
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Di Antara Sahabat [COMPLETE]
  • Two Hearts, One Path ~Harqeel (HIATUS)
  • Better With You
  • CAN YOU READ THE NEW CHAPTER FOR ME?
  • Arrisa[ON GOING]
  •  Lost in Your Eyes
  • ALISYA &Alvaro
  • SLOWLY FALLING [TERSEDIA DI KUBACA]
  • Tenang bertemu Riuh

​[LENGKAP - FANFICTION] ​"Dekapanmu itu tempat favoritku, sekaligus tempat yang paling dilarang untuk aku miliki lebih dari sekadar sahabat." - Alify. ​Menyayangi dia itu mudah, yang sulit adalah pura-pura tidak punya rasa saat jarak kami hanya sebatas satu meja. ​Sejak seragam putih-merah hingga kini putih-abu-abu, aku dan dia tidak pernah terpisahkan. Selalu di kelas yang sama, bahkan berbagi bangku yang sama. Orang bilang itu takdir yang manis, tapi bagiku, itu adalah kutukan yang menjebakku dalam kata sahabat. ​Aku sudah terbiasa mengubur cemburu di balik tawa. Namun, bukankah takdir suka bercanda? Di antara garis persahabatan yang kami buat, Tuhan mungkin punya rencana yang lebih rahasia. ​Apakah selamanya aku hanya akan jadi saksi hidupnya, atau bisa menjadi bagian dari dunianya? ~~'''''~~ ​A Written by Shin Alry Please, Don't Copy Paste!

More details
WpActionLinkContent Guidelines