Story cover for Isekai by elkazhiem
Isekai
  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 8
  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 8
Complete, First published Apr 16, 2025
Mature
IA menatap cermin persegi di dinding kamar mandinya. Dilihat dari posisi duduknya di atas toilet, sangatlah pas cermin itu menampilkan kepalanya hingga dada. Satu-satunya hal yang kerap mengusik pikirannya adalah perihal kematian. Lebih tepatnya mengenai ke mana ia akan kembali setelah dijemput ajal. Pikiran itu datang tanpa diundang semenjak pekerjaannya hilang. Suatu malam ia bermimpi didatangi sosok berpakaian serbahitam. "Pernah dengar istilah Isekai?" tanya sosok tersebut. Seketika ia merasa menemukan jalan keluar sekaligus disertai kebimbangan.
All Rights Reserved
Sign up to add Isekai to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Terraciel World: Nyanyian Darah Tertua by orangpendiam
23 parts Ongoing
Varie melangkah ragu menuju aula utama. Matanya menyapu deretan kursi bertingkat yang tak terhitung jumlahnya. Mungkin ada ribuan, atau lebih. Belum pernah ia melihat aula sebesar ini. Jantungnya berdebar, antara gugup dan kagum. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. Pandangannya menyapu ruangan dan terhenti pada sepasang mata biru yang begitu familiar. Pemuda itu, Kael. Sosok yang kini lebih dewasa, namun tetap dengan tatapan tajam yang tak pernah berubah. Varie menahan napas, matanya sejenak membeku. Tidak mungkin, Ini bukan kebetulan, kan? Tentu saja itu Kael, meskipun dia tampak jauh berbeda dari yang ia ingat. Kael melangkah pelan ke arahnya. Langkah-langkahnya tenang, terukur. Bukan terburu-buru, tapi juga tidak ragu. Seolah jarak di antara mereka memang tinggal menunggu waktu untuk dijembatani. Kael berhenti tepat di hadapan Varie. Beberapa detik hanya diisi keheningan. Sorot matanya tetap tajam, tapi dalamnya menyimpan sesuatu yang sulit dijelaskan, rindu yang ditahan terlalu lama. "Varie." Suaranya pelan. Varie mengerjap pelan. "Kael" ujarnya, lebih kepada dirinya sendiri. Tubuhnya seolah butuh waktu untuk menerima kenyataan itu. Tatapan mereka bertemu. ----- Di antara konspirasi kekuasaan, sihir pemusnah, dan kebenaran yang terlupakan, mereka dihadapkan pada pilihan: Mengikuti jalan yang ditentukan atau Membentuk takdir baru bersama. Darah dan mesin. Jiwa dan sistem. Saat keduanya bersinggungan, dunia tak akan lagi sama.
You may also like
Slide 1 of 9
AKALA ; My heart beats for Miss cover
Antologi Cerpen Hitam Atau Putih cover
Ranendra dan Dunianya cover
Antologi Cerpen & Cerbung (Kumpulan Cerita Pendek) cover
The Dark Side(END) cover
Sesal Dalam Tumpukan Kenangan 1 (2022) cover
Obliviora [HIATUS] cover
Pangeran Kegelapan cover
Terraciel World: Nyanyian Darah Tertua cover

AKALA ; My heart beats for Miss

67 parts Ongoing

Bagi orang lain, dia hanya remaja nakal yang hobi dihukum. Tapi baginya, dia adalah seorang suami dari Gadis yang dia incar semasa SMA. Mengulang kembali dunia remaja nya menjadi pilihan yang dia ambil supaya dia bisa mengawasi dari dekat. Gadisnya selalu jadi objek penetap yang tidak berubah sedari dulu sampai kini. Identiknya dengan Hand band putih di kepala membuat orang tertipu. Namanya tidak benar-benar ada, tapi pemilik nama itu selalu jadi cerita hangat disetiap masa. Perempuan dengan favorit warna maroon itu miliknya sedari dulu. Dia alasan besarnya kenapa dia sampai nekat. Reputasi yang sudah dia bangun dia tinggalkan begitu saja. Bagi Laki-laki itu, tidak ada yang lebih penting daripada Gadisnya yang dia ingini. Sampai dimana sebuah ikatan itu dia bangun, perlahan-lahan kebenaran tentangnya yang hilang pun kembali. "Bedanya dengan perangkat, tangan yang bekerja. Tapi identitas manusia, otak dari si pengendali itu sendiri yang bekerja secara sadar." Dia, siapa?