Summer In Love. | SUNGHOON [END]

Summer In Love. | SUNGHOON [END]

  • WpView
    Reads 2,990
  • WpVote
    Votes 2,132
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 4, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
College and University
First Love
Slice of Life
🎖 #1 Summer 🎖#4 Watty 𝐒𝐔𝐌𝐌𝐄𝐑 𝐈𝐍 𝐋𝐎𝐕𝐄 𓂃˖˳·˖ ִֶָ ⋆🌷͙⋆ ִֶָ˖·˳˖𓂃 ִֶָ Perjalanan kehidupan seorang Magenta Rahagi di Musim Panas, mulai dari diselingkuhi lalu putus, belajar mati-matian lalu kembali lagi ke musim panas dengan versi yang baru yang lebih baik lagi. Disaat bunga matahari bermekeran indah, Saat itu juga, Genta Menemukan Dia. Wanita yang membuat genta banyak berpikir dengan sejuta pertanyaan yang sangat ia ingin tanyakan kepadanya. Bagaikan indahnya bunga matahari, Dia lebih cocok dengan mawar berduri, itulah kesan yang Genta berikan saat pertama kali melihatnya. Kailani namanya, karena ulah sahabatnya yang iseng mengirimkan form pameran ke Genta, membuat dirinya terjebak disituasi yang rumit, Satu sisi ia takut kepada dirinya sendiri namun sisi lainnya ia bertemu Genta, lelaki dengan karya lukis yang sangat indah dan penuh warna dan untuk pertama kalinya juga Kaila meminta satu hal kepada Genta, yaitu. "be the color for my paintingㅡ" Banyaknya hal yang harus dilalui membuat Genta tersadar bahwa musim panas tidak seburuk itu, yang lalu memang memberikan luka tetapi untuk sekarang, Musim Panas memberikan cinta, tatapan matanya yang sedingin es kini perlahan sehangat mentari. Selamat datang di Dunia Magenta Rahagi. All rights reserved @.eclairmilk (miars) Cr. 2021 edit & published 2026. #1 MusimPanas
All Rights Reserved
#117
musimpanas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝒯𝒽𝑒 𝒬𝓊𝒾𝑒𝓉 𝐵𝑒𝓉𝓌𝑒𝑒𝓃 𝒰𝓈
  • UCANG
  • Svara Kasmala: NYANYIAN RINDU AKSARA || On-Going
  • Mantan Favorit Semesta
  • 𝐄𝐭𝐡𝐞𝐫𝐞𝐚𝐥 𝐅𝐫𝐨𝐬𝐭: 𝐀 𝐌𝐨𝐬𝐜𝐨𝐰 𝐄𝐩𝐢𝐩𝐡𝐚𝐧𝐲 [On-Going]
  • Cermin Hati 2: Takhta Pualam Pagaruyung
  • Thread's of Araya {ON GOING!}
  • WARM MASK, BLOODY CAMPUS
  • Memories in Surakarta
  • Di balik pintu nomor 3

Di sebuah musim ketika hari-hari berjalan lambat seperti halaman buku yang dibalik dengan hati-hati, hiduplah dua remaja yang tanpa sadar sedang menapaki kisahnya sendiri. Sejak saat itu, banyak hal yang semula biasa berubah menjadi lebih berarti. Percakapan pendek di sela pelajaran, perjalanan pulang yang ditemani suara mesin motor dan tawa yang ringan, hingga keheningan yang entah mengapa terasa lebih penuh ketika mereka duduk berdampingan. Namun waktu, sebagaimana musim yang tak pernah tinggal selamanya, selalu membawa geraknya sendiri. Ada hari-hari ketika jarak tumbuh tanpa suara. Ada pula saat-saat ketika kata-kata yang tak sempat diucapkan justru tinggal lebih lama daripada percakapan yang pernah terjadi. Di antara keduanya, terbentang suatu ruang yang sunyi bukan kesunyian yang memisahkan, melainkan keheningan yang perlahan membentuk makna. Seperti dua bintang yang berjalan di langit yang sama: kadang tampak berdekatan, kadang menjauh tanpa benar-benar hilang dari pandangan. Di antara tawa yang pernah tinggal, di antara langkah yang pernah berjalan searah, perlahan muncul ruang sunyi yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan. Bukan jarak yang benar-benar memisahkan, melainkan keheningan yang tumbuh di antara dua hati yang pernah saling memahami tanpa banyak kata. "Beberapa kata rindu tak harus sampai pada yang dituju," kata Narrala suatu hari. "Terkadang ia hanya berlalu bagai angin malam yang dingin." Dan Aksa, yang seringkali lebih banyak diam daripada berbicara, pernah berkata dengan nada yang hampir seperti bisikan, "Aku masih mencintaimu, sayangku. Tapi entah kenapa aku lebih memilih menarik diri dari hidupmu. Maafkanlah aku atas segala luka yang aku titipkan, dan maafkan aku atas segala kerinduan yang tak pernah kau sampaikan. Tak ada yang benar-benar hilang darimu, bau parfum dan wangi rambutmu masih betah menempel di ujung kerah bajuku, dan jika semesta menyetujui aku masih ingin berjalan disampingmu."

More details
WpActionLinkContent Guidelines