A Lullaby Between Worlds: A Tale of Elarion

A Lullaby Between Worlds: A Tale of Elarion

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 11, 2025
WpInfo
Fiction
Fantasy
Zyra Ghaniya Ester, seorang pelukis dengan jiwa terkoyak, terperangkap dalam fase burnout yang tak kunjung berakhir. Setiap hari yang ia lakukan hanyalah duduk diam di depan kanvas kosong, melukis sesuatu yang tak pernah selesai. Namun, saat segalanya terasa membosankan, ia mendapatkan sesuatu yang menarik, ketika ia mendapati dirinya terbangun disebuah tempat asing, namun terasa begitu familiar untuknya. Seakan ia pernah mengunjungi tempat itu dalam mimpinya yang mungkin ia lupakan saat frustasi dengan lukisannya yang tak selesai. Tanpa Zyra sadari, semua itu adalah awal mula, dunia baru ini menantinya dengan rahasia yang siap mengubah hidupnya-dan jiwanya. "Kenapa kamu terus melihatku seperti itu?" "Karena aku takut... saat kamu berhenti menatap balik, aku akan kehilangan segalanya yang pernah membuatku utuh." Ps: Cerita ini akan update seminggu sekali🤧
All Rights Reserved
#19
twoworld
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Reverie
  • Pembalasan Antagonis (REPOST)
  • Never Let Go [ END ]
  • Heartless
  • Alenara; Living in a Fairy Tale
  • Evanescent
Reverie

Di tengah luka masa lalu dan bayang-bayang cinta yang belum pergi, seorang perempuan belajar membuka hati untuk cinta baru-bukan karena lupa, tapi karena akhirnya siap hidup lagi. *** Eireen tak pernah memilih Ino. Tapi cinta pelan-pelan tumbuh, diam-diam bertunas di antara diam dan trauma. Lalu cinta itu direnggut. Secara harfiah. Secara tragis. Kini, ia tinggal bersama bayangannya, bersama seorang anak kecil bernama Jino... dan seorang pria yang dititipkan oleh cinta lama: Chris. Chris tak datang untuk menggantikan. Tapi dia tinggal. Diam-diam mencintai. Diam-diam berharap. "Kalau kamu jatuh lagi, kamu gak sendiri." Dan saat malam akhirnya terasa hangat kembali, Eireen sadar: cinta kedua bukan karena lupa. Tapi karena diberi ruang untuk tumbuh. "Aku nggak tahu ini benar atau enggak... tapi aku capek nahan semuanya sendiri." Dan Chris menjawab: "You don't have to. Not anymore."

More details
WpActionLinkContent Guidelines