We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
A Lullaby Between Worlds: A Tale of Elarion

A Lullaby Between Worlds: A Tale of Elarion

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 11, 2025
WpInfo
Fiction
Fantasy
Zyra Ghaniya Ester, seorang pelukis dengan jiwa terkoyak, terperangkap dalam fase burnout yang tak kunjung berakhir. Setiap hari yang ia lakukan hanyalah duduk diam di depan kanvas kosong, melukis sesuatu yang tak pernah selesai. Namun, saat segalanya terasa membosankan, ia mendapatkan sesuatu yang menarik, ketika ia mendapati dirinya terbangun disebuah tempat asing, namun terasa begitu familiar untuknya. Seakan ia pernah mengunjungi tempat itu dalam mimpinya yang mungkin ia lupakan saat frustasi dengan lukisannya yang tak selesai. Tanpa Zyra sadari, semua itu adalah awal mula, dunia baru ini menantinya dengan rahasia yang siap mengubah hidupnya-dan jiwanya. "Kenapa kamu terus melihatku seperti itu?" "Karena aku takut... saat kamu berhenti menatap balik, aku akan kehilangan segalanya yang pernah membuatku utuh." Ps: Cerita ini akan update seminggu sekali🤧
All Rights Reserved
#1
elarion
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Alenara; Living in a Fairy Tale
  • Evanescent
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • Ravenwood's Last Omega
  • World Between (#1 Sang Penghancur) (End)

Alenara selalu merasa seperti tidak benar-benar berasal dari dunia ini. Seperti air yang tak kunjung menyatu dengan arus, atau nyala api kecil yang mencoba bertahan di tengah hujan. Hidupnya dipenuhi tanda tanya tentang siapa dirinya, dari mana asalnya, dan mengapa selalu ada keanehan yang mengikuti langkahnya. Namun, sebuah malam mengubah segalanya. Dalam ketakutan, ia diselamatkan oleh sosok asing yang membawa panas yang membakar dan ketenangan yang menenangkan. Dua hal yang seharusnya bertolak belakang, namun justru terasa akrab. Sejak saat itu, Alenara menyadari ... mungkin ia tak sekadar berbeda. Mungkin ia memang ditakdirkan untuk hal-hal yang tidak bisa dijelaskan dengan logika biasa. *** "Stop crying! You're so noisy that it's giving me a headache." "I'm not crying!" "A crybaby, hm?" "I'm not a crybaby!" "Yes, you are." *** [Series 1] *** This story belongs to the heart that wrote it. © Snowveill 2025. All rights reserved. Do not repost, trace, edit, or use without permission.

More details
WpActionLinkContent Guidelines