Retak dan Bertahan [On Going]

Retak dan Bertahan [On Going]

  • WpView
    Membaca 95
  • WpVote
    Vote 53
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Apr 24, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Kita harus sama-sama, nggak boleh retak." *** Namun ternyata, ucapan penuh harapan itu hanyalah sebatas kata-kata. Janji manis yang dilontarkan, pada akhirnya, sulit untuk dipercaya. Ini adalah tentang pertemanan yang awalnya baik-baik saja, hangat, dan penuh kebersamaan. Tetapi semuanya berubah ketika masalah mulai muncul. Pertemanan yang awalnya terdiri dari delapan orang berkembang menjadi sepuluh. Namun, apakah jumlah itu akan tetap bertahan? Akankah kebersamaan mereka benar-benar selamanya? Ataukah mereka pada akhirnya akan menjadi saling asing satu sama lain?. *** Start : 16 April 2025
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#50
bertahan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Camera
  • Heart of the Sky
  • Mr. Forgettable #Wattys2016
  • Pride {l.s.}
  • The Almost Summer
  • Mondo Pastello | girlxgirl | Completed♕
  • Graveyard, Backyard
  • MY BEST FRIEND IS A SECRET AGENT, Book 1: How Chip Became CHIP and Foiled the...
  • Out of Her League |Lesbian Story|
  • Grey's Tribute
Camera

My escape from Springfield, Massachusetts, came in the form of an exchange program to New Delhi, India, one plane ticket for 11:00 am on the thirteenth of July. I left, taking a big suitcase and my camera. I told myself I left for the experience I'd have there, but maybe I left because of the experience I'd had here. I don't know. All I know is that I left, and then I met Maya Sumedh. Luke Waters came into my life at 12:00 pm on the fourteenth of July, a Saturday. Probably the weirdest Saturday of my life - I picked up a cute guy from the airport, was in a car crash and stayed up the whole night talking to said cute guy. Maybe I even fell in love but I didn't know it until much later. All we had was four months and camera. A camera which proved more important than we ever imagined.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan