Renneth of Rome

Renneth of Rome

  • WpView
    MGA BUMASA 51
  • WpVote
    Mga Boto 3
  • WpPart
    Mga Parte 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sat, Apr 19, 2025
Sebuah gulungan kuno. Rahasia fermentasi yang bisa menyelamatkan Kekaisaran. Dan seorang pemuda yang menolak menjual pengetahuan demi kekuasaan. Di antara aroma keju asin dan ambisi para senator, Rennet of Rome menyulut revolusi diam-diam-di tangan rakyat biasa. Karena kadang, kekuatan terbesar bukan pada pedang... tapi pada ilmu yang dibisikkan dari satu desa ke desa lainnya.
All Rights Reserved
#74
penyimpanan
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • DESCENDANTS OF SEVENTEEN (a story can't never tell)
  • ✅ Saya Menjadi Kaya Dari Makanan Saat Saya Memakai Teks Darah Anjing
  • You Are The Reason
  • [END] Setelah Dipaksa Mewarisi Kantin Komunitas
  • ✅ Setelah Membuka Toko Roti Kukus, Saya Menjadi Kaya
  • Part 2 Dokter Luar Angkasa Menjadi Favorite Menteri Berkuasa Yang Diasingkan
  • [END] Umur Panjang! Supermarket Saya Bisa Melintasi Waktu
  • ✅ Saya Bekerja Sebagai Juru Masak Di Imperial College

Tujuh puluh tahun yang lalu, dunia seperti yang dikenal manusia hancur seketika. Sebuah meteorit raksasa menghantam bumi pada tahun 2017, menelan lebih dari setengah populasi manusia dalam kobaran api dan kehancuran. Namun, dari reruntuhan itu, lahir sesuatu yang tak terduga-tujuh batu kristal sakti yang menyimpan kekuatan di luar nalar manusia. Bersamaan dengan munculnya batu-batu misterius itu, dunia yang selama ini tersembunyi mulai memperlihatkan dirinya. Ras-ras lain seperti Ligeria, Arzi, dan Farman, yang selama ini bersembunyi di balik realitas manusia, akhirnya muncul ke permukaan. Namun, pertemuan ini bukannya membawa kedamaian, melainkan awal dari perang yang lebih besar. Farman, ras yang paling ambisius, mulai menaklukkan dunia dengan cara kejam, memperbudak ras lain, dan merebut wilayah yang bukan milik mereka. Di tengah peperangan yang berkecamuk, Raja William Thinkler dari kaum Arzi berusaha menjadi perisai terakhir bagi perdamaian. Namun, takdir berkata lain-ia gugur di medan perang, meninggalkan sumpah yang akan menggema sepanjang zaman. "Hari ini bukanlah akhir, hanya bayangan dari fajar yang belum nyata..." "Saat kelam merangkak mundur, tertimpa cahaya senja yang enggan padam." "Dimana Pantang menyerah masih akan berdiri, di atas ragawi dosa dosa." "Sebilah besi akan terangkat tanpa amarah, dan dari gemuruh pertempuran, suara kedamaian pun terlahirkan." Sebuah janji tertinggal di antara kehancuran, sebuah harapan yang menunggu untuk ditepati. Perang ini bukanlah akhir, melainkan awal dari kisah yang lebih besar-sebuah perjalanan yang akan menentukan nasib dunia yang baru.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman