antara Tuts dan Takdir

antara Tuts dan Takdir

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 16, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Ada yang menjadikan musik sebagai pelarian, ada pula yang tak pernah mengenalnya sama sekali. Aika, seorang siswi biasa di akademi musik, hidup dalam sunyi yang disamarkan oleh denting tuts piano. Musik bukan sekadar hobi-itu adalah tempat ia menyembunyikan kesedihan dan rasa sepi yang tak pernah pergi. Dirgantara, dari keluarga Alaric yang penuh kemewahan, hidup liar dan jauh dari dunia nada. Musik bukan bagian dari hidupnya-hingga perjodohan mempertemukannya dengan Aika, gadis yang tak bisa ia mengerti, tapi sulit untuk diabaikan. Dua jiwa dari dunia yang berbeda. Satu dipeluk melodi, satu belum pernah mendengarnya. Bisakah takdir menyatukan dua nada yang tak pernah seirama?
All Rights Reserved
#948
kaya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Sepertiga Malamku
  • Ayyara & Abang Pras
  • AILAH(END)✅
  • Kembali Bersamamu (END)
  • Dijodohkan dengan Guruku Sendiri (The End)
  • Discovery Of Love (Completed)
  • Simfoni Dusta
  • Karang yang terkikis

UTAMAKAN VOTE!! baca dari prolog, jangan di skip yaa!! Di saat dunia terlelap, ada hati yang tetap terjaga. Bukan karena insomnia, tapi karena rindu yang hanya bisa disampaikan lewat doa. "Di Sepertiga Malamku" mengisahkan tentang Adiva, seorang santri perempuan yang menyimpan rasa cinta dalam diam. Cintanya bukan cinta biasa ia tak pernah berani menyentuh, hanya menitipkan lewat sujud dan air mata. Rayyan, lelaki yang menjadi arah rindunya, hadir seperti mimpi yang terlalu indah untuk nyata. Dalam hening malam, dalam setiap istikharah dan sujud panjang, Adiva belajar bahwa mencintai bukan soal memiliki tapi soal merelakan, dan percaya pada takdir nya. "Aku akan selalu menyebut namamu di dalam doaku dan di waktu sepertiga malamku." ~ Adiva Nazia "Ya Allah, jika dia memang takdirku, dekatkanlah hatinya kepadaku dengan cara mu yang paling indah." ~ Muhammad Rayyan Al Izyan Apakah doa yang dipanjatkan dalam diam bisa mengetuk takdir yang telah digariskan? Atau mereka hanya ditakdirkan untuk saling mendoakan, bukan untuk saling memiliki?

More details
WpActionLinkContent Guidelines