Story cover for HINGGA MAUT MEMISAHKAN (On Going) by embekganteng
HINGGA MAUT MEMISAHKAN (On Going)
  • WpView
    Reads 621
  • WpVote
    Votes 83
  • WpPart
    Parts 8
  • WpView
    Reads 621
  • WpVote
    Votes 83
  • WpPart
    Parts 8
Ongoing, First published Apr 16
Mature
(Komedi - Horor - Umum)
Story #13

"Aku akan mencaintaimu, saat ini dan selamanya," ucap Dirta saat memasang cincin di jari Wardah, sebelum gadis itu meninggal.

Dan kini, Dirta harus memenuhi janjinya tersebut.

Wardah kembali, sebagai istri transparan. Bagaimana Dirta akan menjalani hari- harinya sebagai suami dari seorang hantu?
Dan apakah, ikatan cinta mereka akan berhasil melampaui segalanya-

-termasuk alam yang berbeda?

INI CERITA RINGAN, COCOK BUAT CEMILAN SANTAI

++SAY NO TO PLAGIARISM!!!++

*kisah ini 100% fiktif. Sebagian nama tempat dan tokoh memang di ambil dari sekitar penulis agar terasa lebih nyata
**JANGAN LUPA VOTE dan COMMENT
***Cek profil saya untuk cerita yang lain
All Rights Reserved
Sign up to add HINGGA MAUT MEMISAHKAN (On Going) to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Desa Pendosa - TAMAT ✔️ by ku_doyanpentol
28 parts Complete Mature
🚫 PLEASE DO NOT PLAGIARISM!! Sebagai bagian dari tugas akhir kuliah, sekelompok mahasiswa dikirim ke Desa Kembang Arum, sebuah desa terpencil yang jarang terdengar namanya. Tujuan mereka sederhana: melakukan pengabdian masyarakat sembari mengumpulkan data penelitian. Desa itu terletak jauh dari keramaian, dikelilingi oleh hutan lebat dan jalan berbatu yang membuat perjalanan terasa tak berujung. Setibanya di sana, mereka disambut dengan senyuman warga yang ramah namun terasa dingin, seperti menyembunyikan sesuatu. Rumah yang disediakan untuk mereka sederhana, namun cukup nyaman. Namun, ada satu aturan yang berulang kali ditekankan oleh penduduk desa: jangan keluar rumah setelah gelap. Alasannya tidak dijelaskan, dan mereka hanya menganggapnya sebagai tradisi lokal yang harus dihormati. Hari-hari pertama berjalan biasa saja. Mereka mulai menjalankan tugas masing-masing, mengamati kebiasaan penduduk, dan mencoba beradaptasi dengan suasana desa yang tenang. Namun, semakin lama, mereka menyadari ada sesuatu yang tidak biasa di desa ini. Warga terlihat menghindari topik tertentu, sudut-sudut desa terasa terlalu sunyi, dan ada rasa tidak nyaman yang perlahan merayap di antara mereka. Di tengah rutinitas yang tampak normal, hubungan di antara kelompok itu mulai memanas. Ketegangan muncul, didorong oleh perbedaan pendapat, tekanan tugas, dan rahasia-rahasia pribadi yang mulai terungkap. Tanpa mereka sadari, perjalanan ke Desa Kembang Arum menjadi lebih dari sekadar tugas kampus. Desa ini menyimpan sesuatu yang jauh lebih besar-sesuatu yang akan mengubah hidup mereka selamanya. Apa sebenarnya yang tersembunyi di Desa Kembang Arum? Dan mengapa seolah-olah desa itu perlahan-lahan menelan mereka? seberapa jauhkan mereka mampu bertahan?
You may also like
Slide 1 of 10
Desa Pendosa - TAMAT ✔️ cover
CINTAKU NYANGKUT KE JURAGAN EMPANG (BXB) cover
Desa Mati [Completed] cover
TEROR KEBAYA PUTIH (Complete) cover
mantan (Duda?) tetangga (markhyuck gs) cover
F I C T I O N ✓ completed cover
[END] Friendzone: Sequel Akulah Dia  cover
Gadis Pembawa Lentera cover
FATE cover
SUNDEL BOLONG cover

Desa Pendosa - TAMAT ✔️

28 parts Complete Mature

🚫 PLEASE DO NOT PLAGIARISM!! Sebagai bagian dari tugas akhir kuliah, sekelompok mahasiswa dikirim ke Desa Kembang Arum, sebuah desa terpencil yang jarang terdengar namanya. Tujuan mereka sederhana: melakukan pengabdian masyarakat sembari mengumpulkan data penelitian. Desa itu terletak jauh dari keramaian, dikelilingi oleh hutan lebat dan jalan berbatu yang membuat perjalanan terasa tak berujung. Setibanya di sana, mereka disambut dengan senyuman warga yang ramah namun terasa dingin, seperti menyembunyikan sesuatu. Rumah yang disediakan untuk mereka sederhana, namun cukup nyaman. Namun, ada satu aturan yang berulang kali ditekankan oleh penduduk desa: jangan keluar rumah setelah gelap. Alasannya tidak dijelaskan, dan mereka hanya menganggapnya sebagai tradisi lokal yang harus dihormati. Hari-hari pertama berjalan biasa saja. Mereka mulai menjalankan tugas masing-masing, mengamati kebiasaan penduduk, dan mencoba beradaptasi dengan suasana desa yang tenang. Namun, semakin lama, mereka menyadari ada sesuatu yang tidak biasa di desa ini. Warga terlihat menghindari topik tertentu, sudut-sudut desa terasa terlalu sunyi, dan ada rasa tidak nyaman yang perlahan merayap di antara mereka. Di tengah rutinitas yang tampak normal, hubungan di antara kelompok itu mulai memanas. Ketegangan muncul, didorong oleh perbedaan pendapat, tekanan tugas, dan rahasia-rahasia pribadi yang mulai terungkap. Tanpa mereka sadari, perjalanan ke Desa Kembang Arum menjadi lebih dari sekadar tugas kampus. Desa ini menyimpan sesuatu yang jauh lebih besar-sesuatu yang akan mengubah hidup mereka selamanya. Apa sebenarnya yang tersembunyi di Desa Kembang Arum? Dan mengapa seolah-olah desa itu perlahan-lahan menelan mereka? seberapa jauhkan mereka mampu bertahan?