Namamu tertulis dalam luka, di nadi takdir yang penuh rahasia.
Kulindungi dalam cinta, di tengah dendam yang menyiksa.
Di balik indahnya persahabatan, tersimpan perih dalam diam.
Perjalanan jiwa yang lahir dari duka, menapaki jejak yang kelam.
Demi mereka yang dicinta, walau hati sendiri terluka.
Di balik senyum ada rahasia,
di antara peluk, terselip cela.
Janji menjadi dusta,
dan setia ditukar tawa yang pura-pura.
Haruskah hati tetap percaya,
atau musnah bersama cerita yang sia-sia?
Masa lalu sama dengan panggung kebohongan,
Dunia yang dibangun di atas kehancuran.
Berhias cahaya yang menipu pandangan,
hanya untuk runtuh oleh pengkhianatan.
Bukan dari musuh yang terlihat,
tapi dari tangan yang dulu menggenggam erat.
Namamu, adalah awal dan akhir dari segalanya.
Sebuah nama rahasia, luka, dan kehancuran yang tak terelakkan adanya.
Saat semua dusta sirna,
dan nestapa kehilangan suara,
Namamulah yang kupeluk dalam doa.
Kau nadi dalam kisah yang tak pernah berakhir.
"Apapun yang terbaik untukmu, adalah yang terbaik untukku. Karena itu, aku tak akan khawatir nantinya bila kamu tak lagi di sisiku."
Nirmala dan Namira adalah saudari kembar yang sifatnya bertolak belakang. Walau begitu, mereka selalu kompak bersama dan saling menjaga satu sama lain. Hidup keduanya amat sangat bahagia, hingga kehadiran Fano.
Fano mengenalkan rasa baru pada hidup Nirmala. Sayang, rasa yang ia kenalkan tenyata bukan untuk Nirmala, melainkan untuk Namira.
Bagaimana jadinya kalau dua saudari kembar terlibat cinta segitiga? Siapa yang dipilih pada akhirnya?