We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Dejavù?
  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 20, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Bagaimana cara menjelaskannya? Ini hidupku. Terserahku, apa yang harus kulakukan untuk membuat hidupku lebih baik. Tapi, mereka masuk di dalam hidupku dan aku terpaksa membiarkan mereka mengendalikan kehidupanku. Tunggu, sepertinya aku mengenal kalimat-kalimat ini. Tapi dimana? Kapan aku mengetahui ini? Dari siapa? Tulisan-tulisan ini, aku merasa familiar dengannya. Apa aku adalah penerus setelahnya? Apakah aku wajib merasakan ini juga? Apa aku tidak boleh mendapatkan kebebasan? Tetapi setidaknya, ini sudah adil. - Helene Ailee Arabella -
All Rights Reserved
#602
luka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Hanya Singgah
  • Cerita Tentang Kita
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Queen [ tahap revisi ]
  • Breathe
  • LENGKARA
  • Shena Aquella {SELESAI}.

"Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab, bagaimana caranya ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/22]

More details
WpActionLinkContent Guidelines