Same But Different

Same But Different

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 18, 2025
WpInfo
Fiction
Fantasy
"Faktanya, dunia tidak diciptakan hanya untuk kamu seorang. Maka dari itu terbiasalah dengan hal-hal yang mungkin lebih berpihak pada orang lain daripada berpihak kepada dirimu. Mungkin kamu merasa perjuanganmu sudah mati-matian, padahal perjuanganmu itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan orang lain. Perjuangan orang lain itu mungkin saja lebih berat daripada perjuanganmu." Ya. Akhirnya dia benar-benar menyadari hal itu. Bahkan kini dirinya menyaksikan semua perjuangan itu di depan mata kepalanya sendiri. Hal itu sungguh membuka lebar matanya dan menamparnya begitu keras dengan kenyataan kelam yang selama ini ternyata tertutup rapat dari orang-orang. Rahasia kelam apakah yang dimaksud itu? ©haruhimee_ Warning! This story ia purely from my imagination, so I don't like plagiarism!
All Rights Reserved
#166
dunianovel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • New Me : 0
  • TRANSMIGRASI BAKA!! (HIATUS)
  • Caliorate: The Wilted Gardenia
  • PENSILPENGHAPUS DALAM FIKSINYA
  • TRANSMIGRASI: Kalpasastra
  • bl transmigrasi ezra
  • RESURGERE: The Andalas of Nusan [CH]
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines