Story cover for Waiting Room [TERBIT] by hejtrias
Waiting Room [TERBIT]
  • WpView
    Reads 485
  • WpVote
    Votes 143
  • WpPart
    Parts 29
  • WpView
    Reads 485
  • WpVote
    Votes 143
  • WpPart
    Parts 29
Ongoing, First published Apr 16, 2025
Mature
Banyak sekali luka yang ditoreh dari sebuah ruang sederhana yang semestinya menjadi tempat bertumbuh: keluarga. Bagas dan Arjuna akhirnya diam-diam mencibir diri sendiri. Terkadang meradang juga ketika satu-satunya-ibu-yang tersisa sama kerasnya dengan mereka berdua.

Aneh pula rasanya ketika seseorang berkunjung di Rabu siang kala itu. Namanya Lika. Bagas pernah membual tentang "rumah trauma" yang ia bangun bersama Arjuna dan Ibunya saat dengan Lika. Bagas ingin bebas, tapi masih terasa terkungkung. Arjuna yang masih terpenjara masa lalu, belum siap menerima konsekuensi atas segalanya. Sang Ibu yang pasif namun agresif itu terus meracau sejak tujuh tahun lalu.

Rumah dan keluarga menurut Bagas serta Arjuna bukanlah sesuatu yang indah, malah justru membuat perutnya nyeri saking kacau balau dibuatnya.

Ini tentang luka dan trauma yang ingin sembuh di sebuah ruang riuh yang sudah lama hampa.

©️ hejtrias, 2025
All Rights Reserved
Sign up to add Waiting Room [TERBIT] to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Seperti Tulang [SUDAH TERBIT] by din4diinn
25 parts Ongoing
⚠️ Ditulis oleh: Aksaradin & NS. Sea ⚠️ Tersedia di shopee @ranisalenovel *** Haura Putri Maheswari, perempuan yang dikenal cantik, entah parasnya, maupun bentuk lukanya. Haura tumbuh pada atap sempurna, tapi cacat. Ia diperbolehkan untuk tinggal, meski suasana tampak berbeda dalam sana. Sebab, beberapa orang mungkin tidak akan pernah menganggapnya terlihat. Meskipun begitu, Haura tetap ingin bersama keluarganya. Tidak ada yang baik-baik saja, hari-hari terasa seperti berjalan pada kegelapan. Memasuki dunia yang di mana hanya ada luka dan air mata. Hidup tidak selamanya berisi kebahagiaan, memang. Luka, duka, pilu, dan rasa sedih akan selalu bertandang tanpa henti. Bahkan, tidak semua orang mampu bertahan hingga akhir. Ada yang memilih memutuskan jalannya sendiri, memilih mengutuk diri atas kelahiran, dan ada yang pulang sebelum waktunya. Namun kali ini, Haura berharap ia mampu bertahan di tengah gempuran pembenci. Tak ada yang dapat disalahkan, termasuk takdir. Semua yang terjadi sudah memiliki garisnya sendiri. Haura percaya, pada awalnya, bahwa hal-hal yang rusak pasti akan menemukan utuhnya suatu saat nanti. Hingga di mana kepercayaannya mulai pudar, seseorang datang, menuntunnya kembali pada jalan berbatu yang ia lalui sebelumnya. Ia jelas menolak, untuk apa kembali pada tempat yang sama jika harus mengulang patah yang serupa untuk kesekian kali? "Untuk membuat usaha lo menanam benih bunga di tahun-tahun sebelumnya nggak sia-sia. Gak mungkin 'kan kalau lo gak mau ngelihat hal indah yang selau lo nanti kedatangannya." - Samudra Sean Albiru **** "Ketika hidup dianugerahi patah berkali-kali, kau akan memilih mati, atau kembali sembuh dalam keadaan tak utuh?" - Seperti Tulang
You may also like
Slide 1 of 8
LOVE INTO PANDORA BOX [ SUDAH TERBIT ] cover
Seperti Tulang [SUDAH TERBIT] cover
NALA KEENARA [Hiatus] cover
Buah kebencian untuk ayah END (Versi revisi) cover
ATMA: Menuju Sembuh cover
HATI YANG TERPECAH cover
La Casa del Alma cover
Arula Bimantara cover

LOVE INTO PANDORA BOX [ SUDAH TERBIT ]

20 parts Complete

[JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KETIKA MEMBACA & FOLLOW AUTHOR] Kehidupan Kayla Zahira terasa menyenangkan dan berjalan normal dengan ia yang bercita-cita menjadi seorang penulis, namun pertemuannya dengan Arjuna Pradipta membuat seorang Bagas Ardiansyah mulai khawatir jika ingatan Kayla di masa lalu yang sengaja ia kubur dalam-dalam akan terbuka seiring berjalannya waktu seperti sebuah kotak pandora. "Jauhi Juna, abang gak suka kamu berhubungan sama dia" "Abang jangan gitu, pak Juna baik dia juga perduli sama adek." Bagas hanya bisa terdiam tak sanggup menjawab setiap kali Kayla bertanya kenapa Bagas sangat tidak menyukai Juna yang di mata Kayla adalah sosok pria yang dapat diandalkan dan sangat baik. Tanpa sepengetahuan Kayla, yang Bagas mau hanyalah Kayla menjalani hidupnya dengan tenang dan nyaman tanpa harus menoleh ke belakang lagi.