Dear, Don't Fall for Me

Dear, Don't Fall for Me

  • WpView
    Membaca 25
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 11
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Apr 19, 2025
Lala selalu percaya bahwa hidup nggak harus muluk-muluk. Asal bisa kerja sambil senyum, punya teman-teman yang bisa ditertawakan tiap malam, dan matcha latte kesukaan yang nggak pernah naik harga, itu udah cukup. Dia tumbuh dengan mimpi-mimpi yang sering ditunda, kadang dilupakan. Bukan karena nggak ingin, tapi karena terlalu sering diminta untuk jadi seperti yang orang lain mau. Jadi ketika akhirnya bisa memilih masuk jurusan impiannya saat SMK, itu satu-satunya momen dalam hidupnya yang benar-benar terasa milik sendiri. Kini Lala hidup dengan kesibukan yang penuh warna-mulai dari proyek ilustrasi, bantu komunitas sosial ke luar kota, sampai jadi tukang backup teman yang lagi galau. Capek? Iya. Tapi katanya sih, dia bahagia. Sampai akhirnya, di sebuah pernikahan kakaknya, Lala dijodohkan oleh mamanya. Dengan cowok anak temannya. Yang katanya mapan, santun, berwibawa. Tapi ia kenal dengan orang yang dimaksud mamanya, terkenal gonta-ganti cewek. Lala menolak dan mamanya menantang lala buat bawa pacarnya, atau dalam 1 bulan ia tetap dijodohkan dengan cowok itu Tapi bukan Lala namanya kalau nggak nekat. Dia nekat ngajak cowok random dari cafe langganannya buat pura-pura jadi pacar. Namanya Arvid. Gayanya urakan, rambutnya berantakan, dan bicaranya kadang bikin pengen nyubit. Tapi ada satu yang pasti: Arvid nggak pernah memaksa. Dan itu... aneh. Yang awalnya cuma rencana pelarian dari pertunangan settingan, berubah jadi rutinitas aneh-Arvid yang tiba-tiba datang ke rumah, ikut makan malam keluarga, bahkan lala diajak mama Arvid liburan keluarga. Lala pikir, ini semua akan mudah untuk diakhiri. Sampai satu per satu rahasia Arvid mulai terbuka. Tentang siapa dia sebenarnya. Tentang kenapa dia tetap tinggal walau udah diminta pergi. Dan Lala mulai bertanya-tanya... Kalau dulu dia berani milih jurusan impian meski ditentang, apa sekarang dia berani milih seseorang-meski hatinya belum benar-benar yakin siap jatuh cinta lagi?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • Sailing With You [END]
  • Get Married Now!
  • Antagonis Kesayangan Ku! END ✔️
  • Surat Undangan dari Orang yang Kucinta (Sedang Revisi)
  • Arsyilazka
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • Friendlove
  • LALA

(SELESAI REVISI, SEDIKIT BERUBAH CERITA ALURNYA. CERITA SUDAH SELESAI DAN LENGKAP. HANYA DI POST DI WATTPAD) ❗❗❗ Cerita ini membuat diabetes. Dan ini cerita ringan. Author membuatnya karena ingin cerita yang manis ❗❗❗ --- "Kalau begitu, Anda bisa bantu saya," kata Arjuna, suaranya tenang namun penuh tekanan. "Apa?" tanya Yena pelan. "Anda... jadi istri saya." "Hah?" Yena nyaris berbisik. Jantungnya berdetak cepat, kepalanya terasa pening. Apa dia tidak salah dengar? Seorang Arjuna, duda beranak satu, adik angkat dari sahabat ayahnya-Reyvan dan Rezka-serta om angkat dari pacarnya sendiri, Alvano, meminta dirinya menikah? Gila. Pria ini sudah gila. Yena ingin tertawa, tapi tenggorokannya kering. Anak Arjuna bahkan hampir sebaya dengannya. Dan yang lebih parah, dia sudah punya pacar-Alvano. Dia mengumpat dalam hati. Seandainya saja hari itu dia tidak membuka pintu ruang dosen secara sembrono dan melihat dosennya itu dalam kondisi-sial-telanjang bulat, mungkin dia tidak akan berada dalam situasi ini. Terjebak. Arjuna semakin mendekat, mengikis jarak di antara mereka. "Bagaimana, Bu Yena?" suara Arjuna terdengar tenang, tapi ada sesuatu yang mengintimidasi di baliknya. "Apakah Anda bersedia membantu saya? Atau..." Dia menggantungkan kalimatnya, matanya menatap tajam. "Saya tidak akan membiarkan Anda keluar." Yena menggigit bibir. "Itu kan salah Anda sendiri," ucapnya, suaranya sedikit parau. "Anda yang tidak mengunci pintu kalau Anda mau... seperti itu." Wajah Arjuna tetap datar, tapi ada sesuatu di dalam matanya yang sulit Yena pahami. Pria itu semakin mendekat. Jarak mereka nyaris tidak ada. Tangan Arjuna terangkat, jari-jarinya yang besar meraih dagu Yena dengan lembut namun kuat, memaksanya menatap pria itu. "Kalau Anda tidak mau," bisik Arjuna, "mulai saat ini hidup Anda akan berbeda, Bu Yena." Yena menelan ludah. "Apa maksud Pak Juna?" tanyanya, suaranya sedikit bergetar. Arjuna tersenyum. Senyum yang membuat Yena... menahan napa

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan