Jangan Bilang-Bilang Mama!

Jangan Bilang-Bilang Mama!

  • WpView
    Membaca 872
  • WpVote
    Vote 61
  • WpPart
    Bab 17
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Mei 2, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
Sebuah cerita yang ditulis dari hati seorang anak kepada ibunya jujur, hangat, dan penuh rasa syukur. Dalam narasi ini, sang anak mengakui rahasia-rahasia kecil yang dulu disimpan dari sang ibu, bukan karena kurangnya cinta, tapi karena keinginan melindungi dan menjaga kedamaian kecil dalam keluarga. Kini, saat dewasa, ia menyadari bahwa semua momen itu justru menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya. Cerita ini bukan hanya bentuk permintaan maaf, tapi juga sebuah ungkapan terima kasih untuk cinta diam-diam seorang ibu yang selalu tahu, tapi memilih memahami. Sebuah pengantar menyentuh untuk kisah yang lebih dalam tentang keluarga, kenangan, dan makna kejujuran.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#2
bilang
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Maaf' (Revisi)
  • if (END)
  • INDAH TAK SEMPURNA (CH2) : END
  • AKU MENERTAWAKAN LUKAMU? || TAMAT
  • PROMISE CH2 (END)
  • Mine
  • Little Princess [END]
  • TIAP-TIAP PUNYA MASING MASING
  • Hai, Kak! (END)

Hari hariku akan segera di mulai atau malah akan berakhir secepat itu? Ini yang dinamakan fajar atau senja? Ini jalanmu atau jalanku? Aku ingin berhenti dari semua fantasi ini Maaf..... Kumohon lupakan aku.... Semua tentangku ••• "kenapa ibu nggak pernah jujur sama aku selama ini?"ucap Nita yang telah berlinang air mata. Hatinya seketika hancur ketika mengetahui rahasia yang selama ini disembunyikan ibunya. "Maafin ibu, ibu takut jika kamu akan pergi ninggalin ibu''ucap Ranti yang tak bisa menahan air mata yang semula dibendungnya. "Tinggalkan aku, aku butuh waktu sendiri"ucap Nita yang langsung memalingkan wajahnya dari ibunya. "Nit dengerin ibumu dulu"ucap Andi "Cukup Ndi, kumohon pergi dari sini!'' Andi dan Ranti pun keluar dari kamar Nita. Setelah mereka pergi, Nita menangis sejadi jadinya. "Kenapa kalian semua egois?"ucap Nita di tengah tangisannya. "Riza, hanya Riza yang bisa ngertiin aku. Aku harus bertemu dengan nya"batin Nita. ••• Sebuah cerita tentang dia, aku, dan sebuah perasaan yang takkan terungkap dengan mudah Cinta yang terpendam karena eratnya persahabatan Cinta yang terhalang karena terbongkarnya suatu rahasia besar Mau tahu bagaimana keseruan ceritanya?jangan lupa mampir untuk baca ya

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan