Story cover for Killer X student  by Ciel_azzz
Killer X student
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Apr 17, 2025
Candra: "om ngapain ditempat sepi kayak gini? om harus pulang nanti ibu dan ayah om khawatir karena om belum pulang dan kenapa baju om banyak darahnya?"

*tanya Candra dengan wajah polosnya membuat Dylan tertawa melihat tingkah laku Candra yang polos lalu dia mendekati Candra dan membawanya ke pelukannya*

Dylan: "hm? kamu khawatir padaku bocah kecil?"

*Candra pun menganggukkan kepalanya membuat Dylan tertawa lagi*

Dylan: "kamu tidak tahu siapa aku bocah?"

*Candra menggelengkan kepalanya*

Candra: "umm aku tidak tahu"
All Rights Reserved
Sign up to add Killer X student to your library and receive updates
or
#267student
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
My Sweet Berondong cover
JUANDRA (TIDAK DI LANJUTKAN) cover
MY SWEET BOY [SUDAH TERBIT} cover
Asing kembali Asing🌜🌚 cover
Di Masa SMP Ku cover
𝖉𝖔𝖒𝖎𝖓𝖆𝖓𝖙? ➢ heeki cover
Tentang Dirimu yang hilang  cover
Jangan Pergi, Ayi cover
TUBUH GADIS NERD [END] cover
LUKA BIASA GADISKU cover

My Sweet Berondong

46 parts Complete

"Tadinya gue penasaran banget kenapa cowok-cowok suka ngeliatin cewek yang lagi ngucir rambut." Dila menengok ke arah samping, dan menemukan Juna yang kini sedang berdiri bersandar di samping kulkas dan menatap ke arahnya. Tak menanggapi dengan perkataan, Dila hanya mengernyitkan dahi. "Selama ini gue mencari-cari alasan kenapa cowok suka dengan aktivitas ngucir rambut cewek." "Gue tau ini nggak sopan. But to be honest, you look so sexy with that pose, Mbak." Dila hampir tersedak mendengarnya. Bagaimana mungkin Juna berkomentar seperti itu dengan enteng, bahkan tanpa ada ekspresi sama sekali. "Sejak kapan lo di situ?" memilih untuk mengabaikan salah tingkahnya, Dila melontarkan pertanyaan. Menanyakan sudah berapa lama Juna berdiri di situ karena dia tidak menyadari keberadaannya. "Belum lama sih, tapi untungnya masih keburu liat lo ngucir rambut." "Gue jadi makin klepek-klepek sama lo, Mbak!"