We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
PENGELANA INGATAN

PENGELANA INGATAN

  • WpView
    Reads 375
  • WpVote
    Votes 194
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 20, 2025
WpInfo
Non-Fiction
Namaku Raka. Usiaku 27. Dan aku bisa masuk ke dalam ingatan orang-asal mereka menyentuhku saat sedang mengingat sesuatu yang sangat emosional. Aku nggak tahu ini kutukan atau anugerah. Yang jelas, setiap kali aku "melompat", aku kehilangan satu memori milikku sendiri. Pagi itu, aku duduk di taman belakang rumah sakit jiwa tua yang hampir tak terpakai. Ada seorang perempuan duduk di bangku besi karatan, memeluk lutut. Rambutnya seperti malam yang baru saja diguyur hujan. Namanya Aluna. Aku mengenalnya kemarin. Atau seminggu lalu? Entahlah. Ingatanku mulai bolong-bolong. "Aku pernah membunuh seseorang," katanya lirih, tanpa melihatku. Tangannya menyentuh ujung jaketku. Dan sebelum sempat kutarik, tubuhku jatuh. Gelap. Kemudian... cahaya merah. Pohon. Bunga-bunga seperti percikan kembang api menggantung dari rantingnya. Dan di bawah pohon itu, seorang lelaki muda tergeletak. Darah mengalir dari perutnya, membasahi akar-akar yang mencengkeram tanah. Aluna berdiri di atasnya, menggenggam pisau. Tapi anehnya... wajah lelaki itu sama persis denganku.
All Rights Reserved
#297
ingatan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JANGAN PANGGIL AKU LARAS
  • Menyimpan Rasa (END)
  • Aksa Amerta
  • ALZEA : FEATURED SOULS [END]
  • jangan percaya seseorang
  • Penantian Hujan
  • Lain Dunia (Tamat)

Aku Laras yang tak ingin dipanggil Laras. Ini adalah tentang rahasia hidupku. Aku nyaman dengan kehidupanku saat ini bersama Rasya, anak lelaki usia 9 tahun. Aku hidup berdua dengan Rasya meninggalkan empuknya ranjang di rumah orang tuaku yang ikut menanggung aib karena kesalahan anak semata wayangnya. Tak tertahankan derai air mata ini saat mengenang mereka. Nama Laras sudah kukemas rapi dan tak seorangpun kuijinkan untuk membuka, tak seorangpun. Setidaknya sudah 9 tahun aku berhasil bertahan dan terlatih untuk selalu bangkit dari rasa pedih yang tersisa dari masa laluku. Buktinya aku bisa berdiri dan tersenyum dengan senyum yang kurajut dengan adanya Rasya, penyemangatku. Sampai suatu saat Satria hadir di kantor sebagai sosok bos baruku. Dia yang tak pernah kuharapkan lagi. Dia yang telah menghancurkan hingga menjadi serpihan yang terbuang. Apa yang ditawarkannya padaku kali ini? Apakah ada secuil penyesalan? Kalaupun ada, untuk apa? Semua sudah berakhir 9 tahun yang lalu. Apakah semua hanya kepura-puraan saja, demi uang? Raut wajah resahnya, membuatku bergeming. Mungkinkah 9 tahun ini membuatnya banyak belajar? Apa yang dialaminya selama 9 tahun ini? Apakah dia masih Satria yang dulu kukenal, yang kunanti-nantikan setiap malam tiba? Aku selalu menantikan ceritamu, ibarat pil tidur yang mampu membuatku terlelap setelahnya. Mengapa isi kepalaku dipenuhi tentang Satria setelah pertemuan itu? Buyar semua segala pertahanan yang kubangun. Atau mungkinkah masih ada secuil rasa tersisa di hatiku, setelah apa yang diperbuatnya padaku? Entahlah...

More details
WpActionLinkContent Guidelines