PENGELANA INGATAN

PENGELANA INGATAN

  • WpView
    LECTURAS 379
  • WpVote
    Votos 194
  • WpPart
    Partes 40
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, abr 20, 2025
WpInfo
No ficción
Namaku Raka. Usiaku 27. Dan aku bisa masuk ke dalam ingatan orang-asal mereka menyentuhku saat sedang mengingat sesuatu yang sangat emosional. Aku nggak tahu ini kutukan atau anugerah. Yang jelas, setiap kali aku "melompat", aku kehilangan satu memori milikku sendiri. Pagi itu, aku duduk di taman belakang rumah sakit jiwa tua yang hampir tak terpakai. Ada seorang perempuan duduk di bangku besi karatan, memeluk lutut. Rambutnya seperti malam yang baru saja diguyur hujan. Namanya Aluna. Aku mengenalnya kemarin. Atau seminggu lalu? Entahlah. Ingatanku mulai bolong-bolong. "Aku pernah membunuh seseorang," katanya lirih, tanpa melihatku. Tangannya menyentuh ujung jaketku. Dan sebelum sempat kutarik, tubuhku jatuh. Gelap. Kemudian... cahaya merah. Pohon. Bunga-bunga seperti percikan kembang api menggantung dari rantingnya. Dan di bawah pohon itu, seorang lelaki muda tergeletak. Darah mengalir dari perutnya, membasahi akar-akar yang mencengkeram tanah. Aluna berdiri di atasnya, menggenggam pisau. Tapi anehnya... wajah lelaki itu sama persis denganku.
Todos los derechos reservados
#25
pengelana
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • Penantian Hujan
  • TARGETNYA SALAH (TAMAT)
  • When his name is
  • Berbahagialah Dengan Rumah Barumu
  • jangan percaya seseorang
  • Prambanan Obsession (END)
  • Puing luka
  • Lain Dunia (Tamat)

"Ada napas yang tertinggal di masa lalu. Larasati hanya perlu mendengarkannya." Larasati selalu merasa asing di dunia yang ia pijak-seperti ia pernah hidup di tempat yang berbeda, pada waktu yang tak bisa dijelaskan. Dalam diamnya, ia menyalakan lilin... dan dari nyala itu, masa lalu mulai berbicara. Suara-suara dari kehidupan sebelumnya datang perlahan: tentang seorang tabib wanita yang merawat bayi dan jiwa manusia, tentang putri seorang Tumenggung yang tak pernah dikenang sejarah, dan tentang lelaki bernama Raka yang jiwanya terasa begitu akrab. Saat ingatan mulai terungkap satu demi satu, Larasati harus memilih: melupakan semuanya... atau mengikuti bisikan yang menuntunnya pulang. Larasati: "Raka, aku merasa ada yang lebih dari sekadar lilin ini. Sepertinya, mereka membawa sesuatu yang lebih dalam... sesuatu dari masa lalu." Raka: "Aku merasakannya juga. Seperti kita pernah terhubung, meski kita tidak tahu bagaimana."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido