Story cover for Under My Watch by nonaflau
Under My Watch
  • WpView
    MGA BUMASA 3,440
  • WpVote
    Mga Boto 331
  • WpPart
    Mga Parte 4
  • WpView
    MGA BUMASA 3,440
  • WpVote
    Mga Boto 331
  • WpPart
    Mga Parte 4
Ongoing, Unang na-publish Apr 17, 2025
"Kau adikku. Milikku. Jadi kau akan ikut aturanku... atau aku buat kau menyesal."

Aldric Satmaka tak pernah bermain dengan kata-kata. Mantan agen militer itu kini hidup di balik bengkel-tapi bayang masa lalunya masih menempel. Satu-satunya hal yang tak berubah: Zeyan, adik yang harus selalu tunduk padanya.

Dalam dunia Aldric, perlindungan bukan berarti kelembutan. Tapi kontrol.


---

Warning: Cerita ini mengandung unsur posesif, kekerasan, dan pengendalian.
Dilarang menyalin, meniru, atau memodifikasi tanpa izin.
All Rights Reserved
Sign up to add Under My Watch to your library and receive updates
o
#18brotherhod
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
ADIKARA ELUSIF (END) ni blackcurrantbery
58 parte Ongoing
Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 10
ALZEA : FEATURED SOULS cover
WILD & HOT cover
To the Happy Ending✓ cover
My name is Steven ( End )  cover
Blue Trapped In BL Novel cover
possessive Alejandro cover
ADIKARA ELUSIF (END) cover
LENA & SEGA cover
RULE cover
Taste Of Love cover

ALZEA : FEATURED SOULS

33 parte Ongoing

Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Menurut lo, orang rusak kayak kita... masih bisa jatuh cinta?" Algesa memalingkan wajah, menatap langit yang retak oleh awan gelap. "Gue nggak tau. Tapi kalau bisa... mungkin gue udah." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee