Under My Watch

Under My Watch

  • WpView
    Reads 3,852
  • WpVote
    Votes 356
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 20, 2025
WpInfo
Fiction
Mystery
"Kau adikku. Milikku. Jadi kau akan ikut aturanku... atau aku buat kau menyesal." Aldric Satmaka tak pernah bermain dengan kata-kata. Mantan agen militer itu kini hidup di balik bengkel-tapi bayang masa lalunya masih menempel. Satu-satunya hal yang tak berubah: Zeyan, adik yang harus selalu tunduk padanya. Dalam dunia Aldric, perlindungan bukan berarti kelembutan. Tapi kontrol. --- Warning: Cerita ini mengandung unsur posesif, kekerasan, dan pengendalian. Dilarang menyalin, meniru, atau memodifikasi tanpa izin.
All Rights Reserved
#485
hukuman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • To the Happy Ending✓
  • RULE
  • WILD & HOT
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • BITTER AND SALTY [END]
  • Blue Trapped In BL Novel
  • My name is Steven ( End )
  • keluarga?
  • 𝐁𝐨𝐮𝐧𝐝 𝐭𝐨 𝐇𝐢𝐦

Ketika kematian menjemputmu setiap saat, keinginan terbesar dalam hidup Zata adalah setidaknya sekali saja, sekali saja dia ingin mati dengan tenang! Kenapa ia selalu berakhir tragis dan menyedihkan seperti ini?! Dari mati sebagai gelandangan tunawisma di gang sempit, kelaparan sampai malaria, prajurit yang gugur di medan perang, dituduh penyihir sampai hukuman gantung, hampir semua jenis kematian sudah dirasakan oleh Zata. Dia sendiri bahkan terheran-heran bagaimana ia bisa terus menerus mengulang kehidupan dan kematian bagai lingkaran looping yang terus berputar, menjebaknya. Ketika akhirnya ia merasa bosan oleh kehidupan yang terus berulang ini, Zata menumbuhkan satu kebiasaan buruk yang bahkan ia sendiri tidak sadari yaitu, "Ah sudahlah, pada akhirnya aku akan mati lagi!" Begitulah yang sekiranya ia pikirkan sehingga sekarang baginya nyawa bukanlah sesuatu yang berharga lagi. Dia kerap mati konyol dalam insiden-insiden yang sebenarnya bisa ia cegah, hindari, atau malah atasi. Namun pada satu malam, di kehidupan yang entah ke berapa sekarang, di mana di kehidupan ini ia merupakan seorang pedagang kain, bersama para pedagang lainnya Zata berbaur dengan kalangan bangsawan yang tertarik dengan barang mereka. Di satu malam yang cukup mencekam, di pesta yang seharusnya meriah penuh suka tawa, sebuah pemberontakan, kudeta terjadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines